For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

US Navy Harus Kerja Keras Jika Melawan Rudal BrahMos

 

A Burke with its Octagonal SPY-1 radar visible
A Burke with its Octagonal SPY-1 radar visible

SAM JARAK MENENGAH

Jadi apa yang kita pelajari dari hal ini? Kita bisa mendapatkan gambaran bahwa kapal yang hanya memiliki sistem SAM jarak menengah, peluangnya untuk bertahan hidup sangat rendah dalam konflik modern.

Jika menghadapi rudal seperti BrahMos, peluangnya berkurang lagi hingga tiga kali lipat. Oleh karena itu banyak angkatan laut yang memilih untuk sistem pertahanan berlapis dengan sistem AEW untuk melindungi kapal perang mahal mereka.

Tetapi akan ada keraguan lagi dalam pikiran Anda setelah Anda membaca ini. Anda akan bertanya-tanya bagaimana dengan AEGIS, yang merupakan sistem pertahanan terbaik di dunia apakah tidak bisa menangani 20-30 rudal seperti BrahMos. Jawabannya adalah bisa ya bisa tidak.

Ya benar, AEGIS harus diakui adalah yang terbaik di dunia karena dapat menggabungkan data dari setiap radar kapal dan pesawat dan membuat gambaran besar dari wilayah udara sekitarnya.

Ia mendapat data awal dari pesawat E-2 yang memungkinkan untuk mencegat rudal pada jarak 100 + km dari armada. Dan akan “tidak” karena bahkan sistem anti rudal paling canggih di dunia ini juga memiliki batas saturasi.

Tidak ada kepastian terkait jumlah tetapi diperkirakan ada 3 kapal dengan sistem AEGIS yang bergabung dalam kelompok tempur kapal induk di masa perang. Selain itu kapal induk juga membawa 48 pesawat tempur dengan 8 akan melakukan Air Combat Patrol (CAP) dan 2 E-2 akan di udara untuk menyediakan cakupan radar Over The Horizon (OTH), batas jenuh untuk kelompok tempur kapak induk ini akan sekitar 64 rudal BrahMos.

US Navy Carrier Battle Group
US Navy Carrier Battle Group

Kisaran BrahMos 300 km dalam penerbangan ketinggian campuran tinggi dan rendah serta 120 km pada penerbangan ketinggian rendah berarti rudal ini tidak bisa dipecat dari luar jangkauan radar kelompok tempur kapal induk.

Oleh karena platform pengiriman yang paling mematikan adalah kapal selam Yasen Rusia yang mampu membawa 32 Yakhont / BrahMos dan dapat menembakkan rudal sembari berendam di bawah air.

Ada satu rudal khusus yang dirancang dari awal untuk menembak jatuh BrahMos yakni Barak-8 SAM . Rudal ini terutama dikembangkan oleh Israel untuk melengkapi kapal perangnya guna melindungi mereka dari rudal Yakhont. Rudal ini dibangun India-Israel.

Kapal Israel hanya memiliki SAM jarak pendek dan tidak memiliki radar modern yang mampu menangani serangan menggunakan rudal Yakhont. Jawaban untuk masalah ini adalah sangat lincah dan akurat Barak-8 yang dikemas teknologi terbaik yang tersedia menjadi rudal berukuran sedang.

INS Kolkata carries 16 BrahMos and 32 Barak-8
INS Kolkata carries 16 BrahMos and 32 Barak-8

Dengan kisaran maksimal 90 + km, beroperasi dalam hubungannya dengan radar MF-STAR yang dapat mendeteksi rudal sea skimming pada kisaran 30-35 km. Barak-8 adalah menggabungkan rudal jarak menengah dan jarak pendek dalam satu rudal.

Rudal ini mampu menembak target pada jarak hanya 300 meter hingga 90 km. Ada klaim bahwa satu Barak-8 dapat menghentikan BrahMos pada jarak 500 m dari kapal.

Salah satu alasan di balik klaim adalah bahwa Barak-8 memang sangat akurat dan memiliki pencari radar aktif homing, yang memungkinkan kapal secara teknis rudal bisa dengan sendirinya menemukan target sendiri meskipun kapal tidak memberikan bimbingan dan memberi update di tengah jalan.

Karena Barak-8 mampu mengunci secara kontinu rudal yang masuk dengan radar sendiri, MF-STAR dapat membimbing 24 rudal Barak-8 untuk mencegat 12 target secara bersamaan.

Kapal Kelas Kolkata India membawa Barak-8 yang artinya batas jenuh kapal ini untuk melawan BrahMos adalah pada jumlah 12. Namun ini menjadi kontradiksi aneh. Karena kelas Kolkata membawa BrahMos serta Barak-8 secara bersamaan. Ini berarti bahwa Angkatan Laut India membawa racun dan obat penawar pada platform yang sama.

Dari analisis di atas, kita bisa membuat sebuah hipotesis bahwa kelas Kolkata tidak memiliki kesamaan dengan Burke dalam hal peran pertahanan rudal. Karena Kolkata hanya membawa 32 Barak-8, sementara Burke membawa 96 SAM yang dapat ditingkatkan ke menjadi lebih dari 192 dengan quadpacking ESSM.

Burke sama degan Kolkata dalam peran pertahanan saturasi rudal terhadap BrahMos saja. Keunggulan Burke memungkinkan untuk menahan serangan rudal yang berkelanjutan dengan beban rudal besar.

Burke memiliki kelebihan dan dapat menembak jatuh rudal di kisaran 200 km ketika menggunakan aset AEW, tapi Kolkata tidak bisa. Burke lebih banyak peluang untuk melakukan serangan berkelanjutan lebih panjang. Sampai sini bingung? Coba baca dengan pelan-pelan agar lebih jelas.

NEXT: SAM JARAK PENDEK
Facebook Comments