For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

US Navy Harus Kerja Keras Jika Melawan Rudal BrahMos

 

SM-2 being launched from the Mk41 VLS
SM-2 being launched from the Mk41 VLS

GAMBARAN SKENARIO

Mari kita mempertimbangkan skenario di mana perusak kelas Burke mengawal kelompok tempur kapal induk dihadapkan dengan segerombolan 8 rudal antikapal BrahMos / Yakhont.

Setelah rudal terdeteksi oleh AWACS pada jarak 150 + km dari kapal, prosedur biasa akan mengarahkan jet tempur dari kapal induk mencegat rudal untuk menembak jatuh. Tapi dalam kasus ini, rudal tersebut terbang pada 3 kali kecepatan suara.

Jet tempur akan memiliki 1/3 waktu untuk bereaksi jika dibandingkan dengan menghadapi rudal subsonik. Oleh karena itu kemungkinan menembak jatuh rudal ini menjadi sangat kecil.

Tetapi jika kita mempertimbangkan perusak bertindak sendiri artinya tidak ada peringatan udara, maka BrahMos baru akan terdeteksi sekitar 25-30 km dari kapal dan itu adalah fase terminal sea skimming.

Mengingat salvo 8 BrahMos dan rudal berlari pada kecepatan 1 km / detik, Burke hanya memiliki waktu sekitar 25-30 detik untuk bereaksi. Meluncurkan rudal jarak jauh akan menjadi sia-sia pada situasi seperti ini karena rudal mendekati kapal dengan cepat.

Pilihan yang tersedia pada Burke adalah rudal jarak menengah Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM) yang memiliki rentang 50 km dan jumlah cukup banyak tersedia. Rudal ini sangat berguna karena satu paket terdiri dari sel 4 Medium Range (MR)-SAM. Sementra LR-SAM hanya satu.

Untuk mencegat rudal anti-kapal supersonik, sejumlah besar SAM dipecat untuk memastikan intersepsi sukses. Jadi dalam hal ini, kita dapat mempertimbangkan kemungkinan 16-24 ESSM dipecat dari Burke untuk menghadapi rudal masuk. Burke memiliki 4 SAM menargetkan setiap rudal BrahMos dan probabilitas intersepsi secara teori adalah 100%.

Tetapi ada masalah dalam hal ini. Menembakkan 24 ESSM memakan waktu 24 detik, 4 ESSM akan menargetkan 1 BrahMos, sehingga 24 ESSM hanya menargetkan enam BrahMos.

Sedangkan tadi dikatakan ada delapan BrahMos yang dipecat. Dua yang tersisa masih akan dengan cepat meluncur menuju Burke. Dan harapannya kemudian pada sistem senjat jarak dekat CIWS Phalanx dan softkill penanggulangan yang kemungkinan masih bisa melumpuhkan dua rudal tersisa.

Selesai? Sama sekali belum. Yang jadi problem adalah frigat generasi baru Rusia dan kapal perusak India memiliki kemampuan menembakkan 16 rudal BrahMos. Jadi bukan hanya delapan yang ditembakkan.

Jika 16 BrahMos dilesatkan salvo maka pertahanan Burke akan kacau balau. Sistem pertahanan jarak dekat atau CIWS Phalanx dan softkill penanggulangan mungkin akan berhasil melawan 2 BrahMos lagi artinya total menjadi empat rudal BrahMos yang bisa dilumpuhkan hingga fase ini.

Tetapi Anda masih memiliki 6 rudal supersonic tersisa dengan hulu ledak semi armor piercing 300 kg yang akan dengan cepat menyeruduk perusak seberat 9000 ton.

Oleh karena itu kita bisa berasumsi batas jenuh untuk Burke sendirian adalah menghadapi 12 rudal BrahMos yang mendekati secara bersamaan dan itu sudah sangat berat karena seluruh upaya harus dikeluarkan, semua tahap tanpa salah dan memiliki keberuntungan besar.

Jadi, jika Burke head to head dengan kapal Rusia atau perusak India yang membawa 16 BrahMos, maka sulit bagi Burke pulang ke rumah.

NEXT: SAM JARAK MENENGAH

Facebook Comments