For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

US Navy Harus Kerja Keras Jika Melawan Rudal BrahMos

India dan Amerika memang kecil kemungkinan untuk bentrok. Sehingga membicarakan tentang rudal BrahMos dengan kapal perang Amerika murni karena keduanya berada pada puncak teknologi angkatan laut di dunia.

BrahMos dipilih adalah rudal tercepat untuk saat ini. Sementara Angkatan Laut Amerika juga dilengkapi dengan kapal paling canggih di dunia hingga mungkin yang BrahMos menjadi rudal paling mematikan untuk kelompok tempur kapal induk Amerika.

Varian BrahMos Rusia disebut Onyx dan varian ekspor disebut Yakhont. Sementara NATO memberinya kode SS-N-26 Stallion.

Rudal BrahMos
Rudal BrahMos

Yang perlu dicatat, tidak ada informasi rahasia dari artikel ini. Semua menggunakan data yang sudah dirilis ke public dan menganalisanya menggunakan logika, fisika dan matematika untuk menyajikan gambaran umum tentang BrahMos dan bagaimana langkah-langkah untuk melawan rudal ini.

Kita lihat dulu kelebihan utama dari BrahMos adalah

  • Kecepatan Mach 3 (2500-3000 km / jam)  yang membuatnya sangat sulit untuk dideteksi dan dilacak.
  • Hulu ledak Semi-Armor piercing 300 kg yang menyebabkan rudal ini bisa menimbulkan kerusakan besar.
  • Energi kinetiknya sangat tinggi yang bisa menghancurkan kapal kecil dan melumpuhkan kapal yang lebih besar.
  • Manver-S terjadi hanya beberapa detik sebelum menghantam target menjadikan BrahMos akan sangat sulit untuk dintersep atau dicegat.
  • Kisaran rentang 300 km pada Hi-Lo altitude profile
  • Kisaran rentang 400 + km pada profil ketinggian tinggi
  • Tidak ada sayap yang membuatnya membuat lebih sulit untuk menembak jatuh rudal dibandingkan dengan rudal besayap yang bisa jatuh ketika sayapnya rusak.

Sementara kelemahan dari BrahMos adalah

  • Hanya memiliki kisaran 120 km ketika terbang sea skimming atau tipis di atas permukaan air laut.
  • Bukan rudal yang cerdas karena tidak dapat mengambil tindakan mengelak sendiri untuk menghindari rudal pencegat

Ada banyak rumor bahwa mustahil untuk menembak jatuh BrahMos. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa sistem pertahanan rudal NATO hanya siap untuk menangani rudal anti kapal dengan kecepatan 1-1,5 Mach yang dimiliki Soviet ketika era Perang Dingin.

Tapi setelah kecepatan Onyx / BrahMos dikembangkan menjadi Mach 2-3 dan itu mengejutkan dunia barat yang belum mengetahui langkah-langkah apa yang harus diambil ketika menghadapi rudal supersonik.

Namun Angkatan Laut AS sepertinya lebih siap untuk melindungi armada dari ancaman tersebut. Tahapan dalam menembak jatuh Onyx / BrahMos menggunakan sistem anti-rudal modern ini yang akan dijelaskan.

NEXT: MENGGUNAKAN SAM JARAK JAUH
Facebook Comments