For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Battleship dan dengan Battlecruiser, Apa Bedanya?

Kelas Iowa/wikipedia

Salah satu jenis kapal yang sangat terkenal di dunia militer, khususnya Angkatan Laut adalah Battleship atau kapal perang. Apa sebenarnya battleship? Kapal ini berukuran besar dan berat. Semain berat dengan senjata besar yang dibawa kapal tersebut. Selain itu juga dilindungi plat baja untuk menahan gempuran lawan hingga kapal pun benar-benar berat.

Selama lebih dari 50 tahun battleship adalah modal utama dari angkatan laut di seluruh dunia. Kekuatan angkatan laut kala itu diukur dengan berapa jumlah battleship yang mereka miliki. Hingga kemudian muncullah pesawat, kapal selam dan kapal rudal yang kemudian menggeser perang battleship.

Dan setelah Perang Dunia II sebagian besar angkatan laut menarik kapal perang mereka ini dari layanan atau menggunakannya hanya sebagai platform mengambang untuk membombardir posisi pantai.

Battleship muncul pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1900 sebuah kapal tercipta dengan bobot sekitar 15.000 ton, dipersenjatai dengan empat senjata 12-inch (305 mm) dan biasanya dengan berbagai senjata yang lebih rendah.

Keterlibatan pertama kapal jenis ini terjadi selama Perang Spanyol-Amerika ketika kapal Amerika Serikat menghancurkan armada Spanyol dari Santiago, Kuba, 3 Juli 1898.

Pertempuran penting lainnya yang melibatkan kapal perang besar terjadi tahun 1905, selama Perang Rusia-Jepang. Armada Baltik Rusia berlayar di belahan dunia untuk menyerang Selat Tsushima yang terletak antara Jepang dan Korea, di mana ia bertemu dan dihancurkan oleh angkatan laut Jepang.

Missouri
Missouri

Pada tahun 1906 Inggris meluncurkan Dreadnought, sebuah kapal perang yang sangat kuat dipersenjatai dengan 10 senjata 12-inch. Saat muncul, kapal perang lainnya pun langsung menjadi usang.

Peluncurannya juga menjadi pemicu perlombaan senjata antara kekuatan angkatan laut, terutama antara Inggris dan Jerman. Keduanya masing-masing membangun kapal perang lebih besar dengan senjata yang lebih besar. (Untuk sementara waktu, semua kapal perang bersenjata secara eksklusif dengan senjata besar disebut dreadnoughts.)

Britania Raya juga mengembangkan kapal pertempuran, sebuah kapal perang dengan senjata berat, tapi berlapis baja ringan.

Ketika Perang Dunia I dibuka pada tahun 1914, dominasi kapal perang mendapat tantangan dari kapal kecil dan kapal selam.

Namun demikian, kekuatan kapal perang Inggris merupakan faktor penentu dalam perang, karena itu mampu menahan sekaligus menghancurkan armada permukaan Jerman, dan memberi perlindungan kapal kecil untuk melakukan tugasnya melawan kapal selam. Hanya sekali terjadi pertempuran imbang antara Jerman dan Inggris yakni pada Pertempuran Jutland (1916).

Kapal perang khas Perang DuniaII memiliki bobot 40.000 ton dan membawas ebanyak sembilan senjata 14 atau 16 inch (356- atau406-mm) sebagai persenjataan utama. Pada tahun 1941 kapal perang Jerman Bismarck menenggelamkan kapal penjelajah Inggris Hooddan merusak beberapa kapal perang sebelum kemudian juga tenggelam di Atlantik.

Di Pasifik, Amerika Serikat mengambil bagian dalam menghancurkan kekuatan Jepang di Solomon pada bulan November 1942.

Kapal perang, juga mengambil peran membombardir posisi pantai, dan umumnya mengambil peran sekunder untuk kapal induk. Namun demikian, kapal perang memiliki bagian dalam keterlibatan besar terakhir dari perang melawan Jepang, Pertempuran Teluk Leyte, berjuang 24-26 Oktober 1944.

Pada akhir perang Angkatan Laut AS memiliki 23 kapal perang. Pada tahun 1949 hanya Missouri yang masih dinas aktif. Kapal perang baru yang dinonaktifkan dan dimasukkan ke dalam armada cadangan. Kapal perang tuadigunakan sebagai target untuk tes senjata nuklir, atau dibuat menjadi tempat wisata.

Ketika Perang Korea pecah, kapal perang Wisconsin, New Jersey, dan Iowa diaktifkan kembali dan bergabung dengan Missouri dalam tugas pemboman pantai. Missouri ditutup tahun 1955, Jersey Baru pada tahun 1957, dan Iowa dan Wisconsin pada tahun 1958. Pada tahun 1968-1969, selama Perang Vietnam, New Jersey aktif lagi dalam pelayanan untuk misi pengeboman pantai.

Untuk meningkatkan pembawa pasukan pembawa keempat kapal perang di armada cadangan diaktifkan kembali yakni New Jersey pada tahun 1983, Iowa pada tahun 1984, Missouri pada tahun 1986, dan Wisconsin pada tahun 1988. Kemudian Iowa dan New Jersey yang dinonaktifkan pada tahun 1990, Wisconsin pada tahun 1991, dan Missouri pada tahun 1992. Wisconsin dan Missouri adalah kapal perang terakhir yang digunakan dalam tindakan pada awal tahun 1991, selama Perang Teluk Persia, mereka dikerahkan di lepas pantai Kuwait untuk membom posisi artileri Irak. Pada tahun 1995, empat kapal perang Amerika Serikat secara permanen pensiun dari Angkatan Laut Amerika Serikat.

NEXT: BEDA BATTLESHIP DAN BATTLECRUISER
Facebook Comments