Sebuah rumor muncul di media sosial yang mengatakan Rusia telah menjatuhkan bom non-nuklir paling kuat di dunia, yang dijuluki Father of All Bombs (FOAB) atau ayah segala bom. Senjata itu disebut-sebut dijatukan di target ISIS yyang ada di kota Deir ez-Sor Suriah.
Jika benar maka ini akan menjadi pertama kalinya Rusia menggunakan senjata ini menyusul penggunaan pertama kali Mother of All Bombs (MOAB) milik Amerika untuk menyerang ISIS di Afghanistan beberapa waktu lalu.
Pada 7 September 2017, tulisan muncul di Twitter yang menuduh bahwa saksi dan aktivis di dekat kota Deir ez-Zor, Suriah melihat senjata tersebut dijatuhkan. Namun, sampai saat ini belum ada laporan dalam bahasa Inggris atau pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia.
Ada beberapa rincian konkret tentang FOAB, yang secara formal dikenal sebagai Aviation Thermobaric Bomb of Increased Power (ATBIP), dan hampir tidak ada gambar resmi atau video bom tersebut.
https://twitter.com/RamiAILoIah/status/905873450564247555
Bahkan Tweet yang ada menggunakan gambar mockup bom hidrogen Soviet Tsar Bomba sebagai gantinya.
Rusia mengklaim bahwa pembom berat supersonik Tu-160 Blackjack adalah sarana utama untuk mengirimkan bom besar ini, namun tampaknya sangat tidak mungkin. Film resmi tes yang banyak diedit menunjukkan pelepasan bom dari Tu-160, tetapi rekaman kemudian dipotong dan bom terlihat meluncur di dalam bagian belakang pesawat.
https://www.youtube.com/watch?v=S2FGA3Z-oYM
Kemungkinan besar pesawat kargo Il-76, atau bahkan An-124 yang lebih besar yang akan membawa senjata ke area sasaran dan melepaskannya dari pintu kargo belakang seperti kargo udara lainnya. Ini serupa dengan yang digunakan Angkatan Udara Amerika untuk menjatuhkan GBU-43 / B dan BLU-82/B Daisy Cutter.
Seperti BLU-82 / B, FOAB menggunakan parasut untuk memperlambat penurunan dan membiarkan pesawat pembawa yang terbang rendah lolos dari ledakan tersebut. Rusia mengklaim bahwa bom tersebut dipandu oleh sistem navigasi satelit GLONASS, serupa dengan GPS.

