F-35 Terus Disiapkan untuk Melawan S-400 dan Turunannya

Angkatan Udara Amerika Serikat menginginkan jet tempur siluman F-35  bisa menghindari system pertahanan udara terbaik milik musuh hingga  tahun 2030-an dan 2040. In artinya F-35 akan dipastikan bisa selamat dari ancaman system pertahanan udara tercanggih Rusia seperti S-300, S-400 hingga S-500 dan bahkan menghancurkannya.

Angkatan Udara  telah menggunakan ruang udara  sebenarnya atau menggunakan simulasi computer untuk melatih  F-35 dalam  misi tempur melawan system pertahanan udara terbaik milik China dan Rusia  sebagai cara untuk mempersiapkan diri melawan  ancaman musuh yang diperkirakan ada hingga  pertengahan 2020-an dan seterusnya.

Pengujian ini  bertujuan untuk mengatasi ancaman sistem pertahanan udara terbaru seperti sistem buatan Rusia dan juga senjata yang belum ada.

Pejabat Angkatan Udara telah menjelaskan bahwa,  pada  2001 ketika  JSF dimulai, ancaman sebagian  Eropa terpusat pada SA-10 atau SA-20 Rusia. Sekarang ancaman terus berkembang dan  system terbaru buatan Rusia dan China telah mengancam mereka.

“Mereka punya SAMS (surface-to-air-missile-systems) digital  yang dapat mengubah frekuensi dan  beroperasi sangat lincah ,” kata Mayjen. Jeffrey Harrigian, mantan Direktur Kantor Bersama F-35  mengatakan Scout Warrior.

Ancaman system pertahanan udara sekarang ini menjadi sangat sulit dilawan karena mereka bisa melihat pesawat dari jarak ratusan mil. Selain itu di masa depan juga muncul system pertahanan udara terpadu yang akan menggunakan prosesor komputer lebih cepat, jaringan lebih baik  dan mendeteksi pada berbagai frekuensi yang lebih luas.

Atribut ini, ditambah dengan kemampuan untuk mendeteksi pesawat pada jarak jauh, membuat pertahanan udara semakin mampu  mendeteksi bahkan sebuah pesawat siluman dengan radar surveillance.

Laporan media Rusia baru-baru ini mengklaim bahwa teknologi siluman tidak berguna terhadap system pertahanan udara mereka. Sistem pertahanan udara Rusia S-300 dan S-400  diyakini menjadi yang terbaik di dunia. Belum lagi Rusia juga dilaporkan sedang mengembangkan  S-500 yang mampu menghancurkan target, termasuk siluman dari  jarak 125 mil.

Untuk itulah, wajar jika Amerika Serikat  mempersiapkan F-35 untuk kemungkinan terlibat dengan system pertahanan udara mutakhir baik milik  Rusia atau China. Selain itu kekhawatiran semakin bertambah karena banyak Negara-negara yang tidak memiliki hubungan baik dengan Amerika juga membeli system ini dari Rusia dan China.

Harrigian menjelaskan bahwa F-35 adalah rekayasa yang oleh  pengembang sebut dengan “arsitektur terbuka,” yang berarti dirancang untuk cepat mengintegrasikan senjata, perangkat lunak dan teknologi avionik baru untuk menghadapi ancaman baru yang muncul.

“Salah satu alasan utama kami membeli pesawat ini adalah karena ancaman terus berevolusi, kita harus survivable di lingkungan dengan anaman yang terus berkembang. Pesawat ini memberikan kita kemampuan untuk menembus, menembakkan senjata dan kemudian berbagi informasi di seluruh formasi yang beroperasi, ” jelas Harrigian.

Next: Masih Banyak Hal Yang Harus Dilakukan
Facebook Comments