For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Sedikit Lagi, Kekuatan Udara China Sejajar dengan Rusia dan AS

J-11 / Xinhua
J-11 / Xinhua

Sementara editor majalah Arms Export Andrei Frolov  menyatakan kekaguman dengan potensi kekuatan udara China, tetapi juga mencatat bahwa keterbatasan dalam kemampuan membangun mesin telah menjadi titik lemah sayap penerbangan militer negara itu, dan perlu diselesaikan sebelum China benar-benar dapat bersaing dengan Amerika Serikat.

“China memiliki mesin WS10A Taihang, diproduksi dan dikembangkan di Shenyang. Mesin ini diinstal pada turunan Su- 27 yang dibangun China, J-11B / BS dan J-16.  Namun mesin ini, di satu sisi, menghadapi masalah keandalan, dan di sisi lain, tidak cukup kuat untuk pesawat tempur generasi kelima. Oleh karena itu, China menghadapi tantangan baru  untuk membuat mesin yang lebih kuat setara 117 (AL-41F1) Rusia yang dipasang pada jet tempur Su-35. Ternyata China belum mampu melakukannya. Ini yang menjadi alasan mereka membeli 24 Su-35 Rusia yang dilengkapi dengan mesin ini. ”

Pada saat yang sama, Frolov menjelaskan, China bekerja pada analog D-30KP2 Rusia yang mereka ingin gunakan di bomber H-6K dan pesawat transportasi militer Y-20. Tetapi juga belum seperti yang diharapkan.

“Saya percaya bahwa perjanjian baru antara China dan Ukraina pada kerjasama yang melibatkan [transportasi super berat] An-225 Mriya menunjukkan bahwa China akan mencoba untuk mendapatkan teknologi Ukraina, atau membuat sendiri dengan bantuan Ukraina, untuk memberi mereka kemampuan membangun mesin tugas untuk pesawat transport militer mereka. ”

Sejauh untuk pesawat tempur  China memiliki J-10A dan J-10B, sebuah jet tempur yang cukup baik menggunakan mesin AL-31FN buatan Rusia.

Pada akhirnya, membandingkan perbedaan kemampuan antara penerbangan militer Soviet dan China di tahun 1980-an, dan Rusia dengan China hari ini, Frolov mencatat bahwa jika pada tahun 1980 kesenjangan itu hampir dua generasi. Sedang hari ini, secara keseluruhan, itu hanya satu atau bahkan setengah generasi, dan dengan cepat akan ditutup.

Selain itu, “kuantitas dikalikan dengan kualitas memungkinkan China, dalam beberapa situasi, untuk melangkah keluar pada pijakan yang sama dengan penerbangan Rusia dan Amerika.”

Namun demikian, untuk saat ini, persaingan dengan AS lebih sulit, karena mereka juga memiliki kuantitas dan kualitas.

Facebook Comments