For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

7 Speedboat Iran Kembali Lecehkan Kapal Amerika

US Navy

Sebuah kapal patroli pantai AS kembali diganggu oleh kapal kecil Korps Pengawal Revolusi Iran. Sebanyak tujuh kapal cepat atau speedboat melakukan manuver di dekat kapal AS dan nyaris bertabrakan.

Insiden ini adalah yang terbaru dalam serangkaian interaksi Angkatan Laut kedua negara. US Navy menyebut manuver kapal Iran di dekat kapal Firebolt sebagai “berbahaya dan tidak profesional”.

“Iran ‘manuver tidak aman di dekat sebuah kapal Amerika Serikat yang beroperasi sesuai dengan hukum internasional saat transit di perairan internasional menciptakan bahaya, melecehkan dan bisa menyebabkan eskalasi lebih lanjut termasuk langkah-langkah defensif tambahan dengan Firebolt.”

Perahu Garda Revolusi Iran mendekati Firebolt di tengah Teluk Persia pada hari Minggu 4 September 2016. Sebanyak tiga kapal bergerak di samping kapal dengan jarak sekitar 500 yard selama sekitar delapan menit sebelum berbalik dan meninggalkan daerah tersebut.

Cmdr. Bill Urban mengatakan kepada Navy Times Selasa 6 September mengatakan salah satu dari empat kapal yang tersisa kemudian berbalik dan berhenti tepat di jalur Firebolt.

“Situasi ini memunculkan risiko tinggi tabrakan, dan untuk menghindarinya Firebolt melakukan manuver untuk menghindari tabrakan dalam jarak 100 yard sebelum titik tabrakan.”

Firebolt mencoba untuk memperingatkan perahu tiga kali melalui radio tapi tidak ada respons.

Angkatan Laut akan segera melaporkan insiden ini ke Departemen Luar Negeri dan meminta untuk melakukan protes.

Seorang pakar mengatakan Navy Times pada Agustus bahwa pelecehan Iran kemungkinan akan datang dari perintah komandan tingkat rendah yang mencoba untuk pamer kekuatan dan kurang memperhatikan hak Amerika Serikat untuk beroperasi di perairan internasional.

“Ini adalah interaksi yang tidak aman dan  tidak profesional yang ke-31 selama 2016, tapi itu akan menjadi perhatian bagi kita meski jika hanya terjadi satu kali,” kata Urban. Dia menegaskan setiap interaksi yang tidak aman membawa resiko eskalasi atau kesalahpahaman.

Baca juga:

Rencana Induk Israel Jika Harus Menyerang Iran

Facebook Comments