For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kenapa Amerika Ngotot Soal F-35?

F-35 Lightning II
F-35 Lightning II

Meskipun terus-terusan mengalami masalah teknis dan penundaan, militer Amerika Serikat tetap ngotot untuk meneruskan program –F-35. Tidak ada niat sedikitpun untuk membatalkan meski ada pihak yang  menilai hal itu sebagai tindakan yang salah.

Pesawat tempur F – 35 menjadi program senjata paling mahal dalam sejarah Pentagon . The Joint Strike Fighter yang selalu digembar-gemborkan sebagai keajaiban teknologi yang akan mendominasi langit tetapi terus menerus ditunda. Bahkan pesawat ini diyakini belum bisa masuk ke tugas resminya hingga 2016 karena harus terus melakukan tes.

Program ini telah tertunda tujuh tahun dan menghabiskan 167 miliar US Dollar. Program ini memang akan dipertahankan, yang tidak jelas adalah berapa pesawat yang nantinya akan diproduksi dan berapa mitra asing akan bersedia membeli .

Bahkan karena program ini, Angkatan Udara Amerika dan Angkatan Laut Amerika tidak menyisihkan anggaran untuk investasi lain. Seluruh dana diguyurkan untuk program ini. Padahal jika mau Angkatan Laut bisa membeli lebih banyak F-18 Super Hornet yang jelas memiliki kemampuan tinggi.”Proyek ini sebenarnya telah gagal,” kata Gordon Adams , seorang profesor di Universitas Amerika dan mantan anggota staf Gedung Putih .

Washington sejak awal menjanjikan F-35 sebagai pesawat multifungsi dan bisa untuk operasi dalam segala kondisi. Negara ini meyakinkan pesawat ini akan menghemat biaya. Namun bak bola salju, biaya program ini justru menggelindin tanpa henti hingga naik 68% dari perkiraan semula. Bahkan diperkirakan dari semula dalam hitungan miliar dollar bisa meledak hingga triliunan. Bukan main.

Pesawat ini memang memiliki banyak kelebihan. Selain teknologi siluman F – 35 mampu terbang dengan kecepatan supersonik dan dilengkapi dengan perangkat lunak yang rumit.  F – 35 ibarat komputer penerbangan. Melalui visor helm berteknologi tinggi terkait dengan kamera di pesawat , pilot dapat melihat melalui lantai lantai kabin bawah – memberikan pilot gambar 360 derajat belum pernah terjadi sebelumnya .
Namun semua itu harus terus tertunda. Pesawat ini tidak akan resmi masuk dalam pasukan sebelum tahun 2016, atau sepuluh tahun setelah penerbangan pertama .

Penyebab utama penundaan itu karena tes dianggap belum selesai. Berbagai kesalahan dan gangguan masih ditemukan. Jet tersebut juga belum mencapai tingkat kinerja dan kehandalan yang diharapkan . Bahkan pada uji terbang Februari 2014 lalu  ketika lepas landas dari landasan pendek milik Korps Marinir pesawat itu mengalami retak di bulkheads . Tapi ya itu tadi, Amerika tetap ngotot dalam proyek ini?

Indonesia sebenarnya negeri yang hebat luar biasa. Kenapa sekarang justru sering dianggap lemah dan diremehkan. Bahkan oleh negara kecil macam Singapura. Coba baca tulisan ini. Tak ada salahnya untuk like/share via FB bentuk langkah kecil untuk mengembalikan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa

http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/372/213241/maaf-indonesia-tak-butuh-presiden-direktur

Facebook Comments

Comments are closed.