For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Wanita ini Berkumis & Berjenggot

Harnaam KaurSeorang wanita asal India merasa lebih feminin bila berjenggot. Harnaam Kaur, 23, mengalami sindrom Ovarium polikistik yang membuat dagunya dipenuhi rambut layaknya pria berjenggot. Jenggot pertamanya mulai muncul ketika berusia 11 tahun.

Rambut itu dengan cepat menyebar ke dada dan lengannya. Kondisi itu membuatnya menjadi korban ejekan di sekolah dan jalan-jalan yang dilaluinya. Harnaam bahkan pernah diancam dibunuh oleh orang asing melalui Internet.

Awalnya, wanita ini selalu mencukur rambutnya secara berkala, namun dihentikannya sejak dia memutuskan menjadi seorang pemeluk agama Sikh. Ajaran agama itu tak memperbolehkan pemeluknya mencukur rambut.

“Aku tak akan pernah mengulangi perbuatanku di masa lalu yang sering mencukur rambut di wajah. Tuhan telah membuat aku merasa senang dengan keputusanku. Aku juga merasa lebih seksi dan feminin, saya juga belajar lebih mencintai diri sendiri,” ujarnya dikutip Daily Mail, Senin (17/2).

Saat masih remaja, rasa malu terus-menerus membayanginya hingga dia tak pernah absen mencukur jenggotnya dua kali dalam sepekan. Apa yang dilakukan justru menambah tebal rambut di wajahnya.

Kejadian ini sempat membuatnya merasa tertekan dan sempat ingin bunuh diri.  Tapi, dia segera sadar bahwa rambut merupakan kelebihan yang diberikan Tuhan kepadanya. Kini dia merasa lebih percaya diri menjalani hidup dengan jenggot layaknya seorang pria.

Keputusannya membiarkan rambutnya terus tumbuh bukan suatu hal yang mudah, terutama saat menjelaskan dengan keluarganya.

Wanita yang kini tinggal di Kota Slough, Inggris mengaku sempat bertentangan dengan keluarganya yang menginginkan tetap mencukur jenggot. Keluarganya berpikir jika dia terus mempertahankan jenggot tak akan pernah bisa hidup normal.

Setelah bernegosiasi, akhirnya orangtuanya menyetujui keputusan Harnaam setelah didukung  adiknya, Gurdeep Singh.

Facebook Comments

Comments are closed.