Di tengah ketegangan yang terus berlanjut dengan China, India berhasil menguji rudal anti-radiasi, RUDRAM, dari pesawat tempur Su-30 Mk1. Senjata yang diuji pada Jumat 9 Oktober tersebut akan menambah kemampun New Delhi mengamankan perbatasannya yang panjang.
RUDRAM adalah rudal anti-radiasi buatan dalam negeri pertama yang dikembangkan di negara tersebut. Dengan senjataini, India membangun kemampuan untuk mengembangkan rudal anti-radiasi jarak jauh yang diluncurkan dari udara untuk menyerang target musuh, situs komunikasi, dan target pemancar frekuensi radio lainnya.
Menteri Pertahanan India Rajnath Singh melalui Twitter mengumumkan keberhasilan tes dan menggambarkannya sebagai “pencapaian luar biasa”.
Rudal ini diaktifkan dengan kemampuan broadband, memungkinkannya memilih target di antara berbagai pemancar yang dilihatnya pada saat itu. Rudal dapat mendeteksi frekuensi dari jarak 100 km dan menyerang pada jarak antara 100 hingga 250 km. Rudal tersebut memiliki navigasi INS-GPS dengan Passive Homing Head untuk serangan terakhir.
Dia menambahkan bahwa rudal ini adalah senjata ampuh bagi Angkatan Udara India untuk menghancurkan target musuh, secara efektif dari jarak yang jauh.
“RUDRAM mencapai target radiasi dengan akurasi yang tepat. Passive Homing Head dapat mendeteksi, mengklasifikasikan, dan melibatkan target melalui pita frekuensi yang lebar seperti yang diprogram”, katanya.
India telah melakukan serangkaian uji coba rudal baru-baru ini. Tes sukses rudal anti-tank berpemandu laser dan rudal jelajah supersonik Brahmos juga telah dilakukan.

