Laporan itu muncul ketika penembakan dan penembakan lintas-perbatasan yang berat berlanjut antara India dan Pakistan, yang telah menyaksikan gelombang eskalasi lain dalam konflik selama tujuh dekade sejak pertengahan Februari.
Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval mengatakan kepada Perdana Menteri Narendra Modi bahwa tiga matra militer yakni Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut siap untuk melakukan serangan lain ke Pakistan.
India TV News sebagaimana dikutip Sputnik melaporkan hal tersebut disampaikan Doval dalam pertemuan Komite Kabinet Keamanan Selasa 2 April 2019. Modi dilaporkan meminta militer untuk memastikan agar tidak ada warga sipil yang tewas di negara tetangga dan bahwa sasarannya terkait dengan militer. Baik Kementerian Pertahanan India, maupun pemerintah Modi belum mengkonfirmasi laporan tersebut.
Perkembangan itu terjadi hanya sehari setelah media setempat mengutip militer Pakistan yang mengatakan bahwa Islamabad berhak menggunakan segala cara untuk membela diri termasuk jika memang harus menggunakna jet tempur F-16 yang dibeli dari Amerika.
“Apakah itu F16 atau JF17 yang menembak jatuh 2 pesawat India adalah tidak penting. Bahkan jika F-16 telah digunakan pada saat itu, itu tidak menyalahi aturan. Faktanya tetap bahwa Angkatan Udara Pakistan menembak jatuh dua jet India karena membela diri. India dapat mengasumsikan segala jenis [pesawat] pilihan mereka bahkan F-16. Pakistan tetap memiliki hak untuk menggunakan apa saja dan segala sesuatu untuk membela diri secara sah,” kata militer Pakistan.
Dua negara berkekuatan nuklir tersebut mengklaim berbeda dalam pertempuran pertempuran udara 27 Februari di atas Garis Kontrol di daerah yang disengketakan Kashmir. Pakistan mengaku telah menembak jatuh dua jet tempur India tanpa kehilangan satupun pesawat, sedangkan New Delhi mengaku kehilangan satu jet tempur dan menembak satu F-16 Pakistan.
Ketegangan antara kedua tetangga, yang telah terlibat dalam konflik sejak 1947, diperburuk oleh serangan bom bunuh diri yang mematikan yang diduga dilakukan oleh Jaish-e Mohammad yang berbasis di Pakistan. Serangan dilakukan pada konvoi personel militer India di Pulwama pada 14 Februari yang ditanggapi dengan serangan udara oleh India di wilayah Balakot Pakistan pada 26 Februari.

