Salah satu kekhawatiran terbesar di tengah perang Ukraina yang tengah berkecamuk saat ini adalah risiko kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah Zaporizhzhia.
Kompleks tersebut dalam beberapa hari terakhir telah menjadi sasaran serangan dengan kedua pihak yang bertikai saling tuduh tentang siapa pelakunya.
Sejumlah pihak telah menyerukan Rusia dan Ukraina untuk membebaskan pembangkit listrik tersebut dari semua aktivitas militer. “Setiap serangan terhadap fasilitas tersebut sebagai upaya bunuh diri,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres sebagaimana dikutip Reuters Senin 8 Agustus 2022.
Ukraina mengatakan serangan baru Rusia pada Sabtu telah merusak tiga sensor radiasi dan melukai seorang pekerja di pembangkit listrik tersebut. Ini adalah serangan kedua dalam beberapa hari terakhir.Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia melancarkan teror nuklir.
Sementara kementerian pertahanan Rusia kembali mengklaim pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa diserang oleh pasukan Ukraina.
Akibat serangan tersebut saluran listrik tegangan tinggi rusak memaksa pembangkit untuk mengurangi outputnya guna mencegah gangguan.
PLTN Zaporizhzhia terletak di selatan Ukraina dan berada di tepi Sungai Dnieper. Tempat ini berjarak sekitar 550 kilometer tenggara ibukota Ukraina, Kyiv, dan sekitar 525km selatan Chernobyl. Situs tenaga nuklir yang mengalami kecelaan nuklir terburuk di dunia pada tahun 1986.
Simak selengkapnya dalam tayangan berikut:

