Seperti dikabarkan sebelumnya Draken International telah menandatangani kesepakatan untuk membeli 12 F-16 bekas dari Norwegia. Armada ini akan bergabung dengan 12 Fighting Falcon bekas Belanda yang mereka beli sebelumnya. Mereka akan digunakan Angkatan Udara Swasta itu untuk melatih pilot tempur angkatan udara negara yang membutuhkan.
Tetapi apa itu Angkatan udara swasta sepertinya masih banyak yang bertanya-tanya. Bagaimana sejarahnya? Apa fungsinya dan bagaimana bisa membeli peralatan militer yang canggih seperti itu.
Pada puncak Perang Dingin baik Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika memiliki skuadron yang didedikasikan untuk meniru musuh untuk tujuan latihan. Semua angkatan udara utama di dunia juga memiliki hal seperti itu.
Mereka terbang dengan gaya dan strategi pilot asing, menggunakan pesawat buatan asing atau dalam negeri untuk melakukan dalam simulasi pertempuran. Unit ini dikenal sebagai skuadron aggressor. Mereka diisi pilot dengan jam terbang dan pengalaman tempur tinggi. Di Angkatan Laut Amerika unit ini dikenal sebagai Top Gun.
Namun setelah perang dingin berarkhir skuadron ini semakin berkurang. Angkatan Udara Amerika bahkan membubarkan sejumlah skuadron agressornya meski masih mempertahankan dalam jumlah terbatas. US Navy juga masih mempertahankan Top Gun hingga saat ini.
Tetapi ketika situasi internasional mulai memanas, minat terhadap Adversary Air Support (AAS) atau lebih dikenal sebagai “red air” kembali muncul di dalam NATO dan Amerika. Tetapi karena kemampuan aggressor sudah dikurangi maka militer Amerika beralih ke sektor komersial. Sejak itulah masa keemasan angkatan udara swasta ini dimulai.
Simak selengkapnya dalam tayangan berikut:

