
1980: Kesalahan Chip Seharga 46 Sen Hampir Memicu Perang
Pada 3 Juni 1980, pukul 02:26 Waktu Standar Timur, komputer-komputer di markas Komando Strategis Amerika di Nebraska mengeluarkan peringatan bahwa dua rudal yang diluncurkan kapal selam telah diluncurkan ke sasaran di Amerika. Peluncuran lain terdeteksi 18 detik kemudian.
Komandan yang bertugas memerintahkan pilot pembom B-52 dan FB-111 untuk bersiap melancarkan serangan balik. Sistem pusat NORAD melaporkan tidak ada peluncuran, tetapi Pusat Komando Militer Nasional Pentagon mengakui adanya peringatan di komputernya.
Setelah dilakukan analisa akhirnya penilaian adanya ancaman dibatalkan. Peringatan serupa terjadi tiga hari kemudian, dan sekali lagi terbukti alarm palsu.
Kemudian ditemukan oleh para penyelidik bahwa alarm palsu disebabkan oleh kegagalan chip komputer seharga 46 sen.

1983: Sinar Matahari dan Satelit
Pada tahun 1983, di tengah periode paling serius dari ketegangan Perang Dingin sejak Krisis Misil Kuba 1962, Letnan Kolonel Stanislav Petrov di Pusat Utama Peringatan Serangan Rudal Rusia di wilayah Kaluga mendeteksi peluncuran beberapa rudal Minuteman Amerika menuju Uni Soviet. Perhitungan yang dilakukan Soviet punya waktu kurang dari 40 menit untuk memutuskan tanggapan.
Mengingat sifat terbatas dari serangan Amerika yang dilaporkan, Petrov mencurigai adanya kesalahan komputer, dan memberi tahu atasannya bahwa komputer telah memberikan keterangan palsu, karena kurangnya konfirmasi oleh radar darat. Investigasi selanjutnya menunjukkan alarm palsu disebabkan oleh penyelarasan sinar matahari pada awan ketinggian tinggi dan orbit satelit peringatan dini Oko Soviet.
Keputusan Petrov dibiarkan tidak dipublikasikan sampai akhir Perang Dingin. Namun, setelah prestasinya diketahui pada 1990-an, Petrov menerima banyak pujian, dan bahkan dijuluki “orang yang menyelamatkan dunia” dalam sebuah film dokumenter produksi Denmark 2014.
Namun, pada tahun-tahun sejak itu, perwira lain, termasuk Mayor Jenderal Vladimir Dvorkin, pakar Rusia terkemuka tentang keamanan nuklir, mengklarifikasi bahwa Petrov tidak memiliki wewenang untuk benar-benar meluncurkan senjata nuklir karena keputusan itu dibuat harus dengan verifikasi dan persetujuan lebih lanjut di level tertinggi.

