Pada 9 November 1979, kesalahan komputer di North American Aerospace Defence Command (NORAD) hampir memicu perang nuklir setelah komputer salah melaporkan bahwa Uni Soviet telah meluncurkan serangan massal. Insiden itu adalah salah satu dari hampir setengah lusin peringatan nuklir terkait komputer yang mengancam manusia dengan kepunahan. Berikut beberapa kesalahan teknologi yang hampir membuat perang nuklir pecah.

1979: Alarm Palsu di Zaman Disko
Pada 40 tahun lalu atau tepatnya 9 November 1979, operator komputer peringatan dini di markas NORAD di Colorado memberi tahu penasihat keamanan nasional Presiden Jimmy Carter Zbigniew Brzezinski bahwa Uni Soviet telah meluncurkan lebih dari 200 rudal nuklir ke Amerika Serikat. Presiden hanya memiliki waktu kurang dari 10 menit untuk memberikan otorisasi untuk serangan balik.
Alarm palsu dipicu oleh Wimex, jaringan komputer paling mutakhir saat itu yang terhubung ke satelit Amerika dan sistem radar yang membantu berfungsi sebagai mata dan telinga NORAD untuk potensi serangan Soviet.
Beberapa menit setelah menerima peringatan pertama, Brzezinski menerima peringatan kedua, dengan operator komputer sekarang memberitahukan kepadanya bahwa jumlah rudal Soviet yang masuk telah bertambah menjadi 2.200. Sebuah nuklir habis-habisan.
Tapi ada masalah. Dalam panggilan telepon ketiga, asisten militer Brzezinski William Odom memberi tahu atasannya bahwa sistem peringatan dini fisik tidak mendeteksi adanya serangan Soviet. Ketika alarm dimatikan, Brzezinski memutuskan untuk tidak menghubungi Carter dan kembali tidur.
Investigasi kemudian menemukan bahwa kesalahan yang berpotensi mematikan itu disebabkan oleh perangkat lunak yang mensimulasikan serangan Soviet yang entah bagaimana dipindahkan ke tampilan peringatan reguler di markas NORAD.
Insiden ini diikuti oleh tiga alarm palsu serupa dalam beberapa bulan kemudian dan membangkitkan ketakutan anggota parlemen Amerika dan masyarakat luas dan ini diungkapkan dalam film WarGames tahun 1983.

1960: Peringatan Rudal Bulan Terbit
Pada 5 Oktober 1960 pusat kontrol NORAD menerima laporan dari stasiun radar di Thule, Greenland bahwa Uni Soviet telah meluncurkan puluhan senjata nuklir terhadap target Amerika. Informasi itu diperiksa berulang-ulang dan segera terbukti sebagai alarm palsu.
Keraguan itu karena ada kenyataan pemimpin Soviet saat itu Nikita Khrushchev sedang mengunjungi Kota New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB.
Penyelidik kemudian menentukan bahwa sistem radar telah keliru dengan sinyal yang dikeluarkan oleh moonrise atau bulan terbit atas Norwegia yang dianggap sebagai serangan Soviet habis-habisan.

