For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Mimpi Stalin Punya Angkatan Laut Perkasa Gagal Total

Kelas Kirov

Pada akhir Perang Dunia II, pemimpin Soviet Josef Stalin tak terbantahkan telah menjadi orang paling kuat di Eurasia. Tentara Merahnya telah menghancurkan Nazi Jerman, memukul mundur invasi dan melanjutkan untuk merebut Berlin setelah kampanye empat tahun yang melelahkan. Tentara Merah Stalin bisa dibilang lebih kuat daripada gabungan pasukan Amerika, Inggris, Prancis, dan Eropa Barat.

Namun, itu belum cukup. Stalin telah lama mendambakan angkatan laut yang kuat yang akan memperluas pengaruh Soviet jauh dari Eropa dan Asia, dan melakukannya dengan cara yang megah.

Selama Perang Dunia II Angkatan Laut Soviet berada di urutan ketiga dalam prioritas. Tentara Merah-lah yang telah berjuang dalam pertempuran darat yang melelahkan dan kampanye yang mengalahkan Jerman.  Mendukung Tentara Merah, Angkatan Udara Soviet dioptimalkan.

Angkatan Laut, di sisi lain memainkan peran yang sangat terbatas, memberikan perlindungan konvoi untuk bantuan peralatan dari Amerika dalam program Lend-Lease dan dukungan untuk operasi darat dan pelecehan militer Jerman di wilayah Baltik dan Laut Hitam.

Namun, pada pertengahan 1945 jelas bagi Stalin bahwa dengan Jerman hancur, lawan-lawannya yang paling kuat — Amerika Serikat dan Inggris — berlayar di atas air dan di luar jangkauan pasukannya. JIka Stalin ingin tetap menjadi kekuatan militer utama, ia akan membutuhkan angkatan laut yang kuat.

Sebagaimana ditulis National Interest, pada akhir Perang Dunia II, jelas bahwa battleships sudah usang. Kapal induk telah menggantikan mereka sebagai platform angkatan laut yang dominan, sebuah fakta yang membuat sangat jelas bagi Kekaisaran Jepang selama puluhan pertempuran laut di Teater Operasional Pasifik. Setelah perang, Sekutu Barat sebagian besar melepaskan diri dari battleships dan mempertahankan armada kapal induk mereka.

Meskipun sukses, Stalin tidak menyukai kapal induk dan memilih battleships. Pada pertemuan kepemimpinan Soviet bulan September 1945, Stalin menolak proposal untuk membangun kapal induk dan alih-alih mengarahkan Angkatan Laut Soviet menyelesaikan pembangunan battleships Sovetskaya Rossiya.

Kapal perang telah diletakkan pada tahun 1940 dan masih kurang dari satu persen selesai pada akhir perang. Dia juga mengarahkan Angkatan Laut untuk membangun dua battleships 75.000 ton dalam Project 24, dan tujuh battlecruisers Project 82 (kelas Stalingrad) yang memiliki bobot 36.500 ton dan dilengkapi dengan sembilan senjata berukuran 12 inci.  Stalin hanya menyetujui dua kapal ringan, jumlah yang tidak berguna mengingat keunggulan armada Amerika dan Inggris.

Rencana itu gagal total. Uni Soviet tidak pernah memiliki kapasitas pembuatan kapal yang besar, dan mengembangkan kemampuan seperti itu telah tertunda oleh Great Patriotic War. Selain itu, perang telah merusak kapasitas industri negara  yang perlu diganti.

Akhirnya secara bertahap Uni Soviet mengurangi rencana untuk memiliki armada permukaan besar. Battleship 75.000 ton tidak pernah dibangun, dan hanya dua dari tujuh battlecruiser yang memulai pembangunan dan itupun tidak ada yang benar-benar selesai. Kematian Stalin pada tahun 1953 mengakhiri impian armada besar kapal perang.

Sementara itu, Barat mendapat laporan tentang battleships super kelas baru Soviet. Beberapa majalah media, menyebarkan desas-desus tentang tujuh kapal perang super baru yang dijuluki K-1000 sedang dibangun di galangan kapal Siberia.

Tujuh kapal super: Strana Sovetov, Sovetskaya Byelorossia, Krasnaya Bessarabiya, Krasnaya Sibir, Sovietskaya Konstitutsia, Lenin, dan Sovetskiy Soyuz dikatakan memiliki bobot antara 36.000 dan 55.000 ton, jauh lebih kecil dari kapal yang disetujui oleh Stalin. Mereka  dilaporkan memiliki kecepatan tertinggi antara 25 dan 33 knot, dan membawa antara sembilan hingga 12 senjata 16 inci dan 12 senjata 18 inci. Mereka juga seharusnya memiliki peluru kendali sebagai persenjataan.

Masalahnya: mereka bohong. Desas-desus telah menyebar di pers Barat dan itu  menguntungkan bagi Moskow  karena mamaksa NATO percaya  dan harus mencari cara untuk mengalahkan mereka, dengan menyedot sumber daya dari pasukan darat yang melindungi Eropa Barat.

Sebagai kekuatan darat yang dominan, Uni Soviet ditakdirkan untuk menghabiskan sebagian besar sumber dayanya untuk pasukan darat. Kekuatan laut karena kebutuhan tetap ada di tempat ketiga. Meski Uni Soviet akhirnya berhasil menurunkan empat battlecruiser kelas Kirov pada 1980-an, Uni Soviet tidak pernah mendekati armada merah yang dibayangkan Stalin.

Facebook Comments