For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Apakah Su-35 Mampu Menandingi F-35?

Su-35

Rusia seperti dilaporkan membuka kesempatan untuk berdiskusi terkait kemungkinan penjualan jet tempur Su-35 ke Turki setelah negara itu dikeluarkan dari program F-35. Pembatalan ini menjadikan Ankara akan kehilangan kesempatan mendapatkan setidaknya 100 jet tempur F-35 yang telah mereka pesan sebelumnya.

Su-35 dan F-35 adalah dua pesawat dengan kelas yang berbeda. Meski memiliki kemampuan manuver yang ekstrem, Flanker-E tidak memliki kemampuan siluman layaknya Lightening II. Tetapi bukan berarti Su-35 tidak bisa merepotkan atau bahkan mengancam F-35.

Seandainya kelompok F-35 yang terdiri dari empat pesawat bertemu dalam jarak dekat dengan empat pesawat Su-35 maka Lighting II kemungkinan besar akan memilih untuk menghindar.

Mereka akan memanggil F-22 Raptor atau F-15C untuk datang mengadang Flanker-E untuk menciptakan jalur aman hingga dia bisa leluasa menuju target darat yang dituju.Tetapi itu strategi yang ada di atas meja.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak rencana yang macet di tengah pertempuran nyata. Termasuk bagaimana menggerakkan Raptor atau Eagle untuk melesat mengadang Flanker-E. Hingga mau tidak mau Lighting II akan head to head dengan Su-35

Jika F-35 harus menjalankan misi sendiri maka pesawat ini tidak boleh sedikitpun lepas dari formasi siluman mereka. Hal ini untuk menghindari kemungkinan mereka terdeteksi dengan cepat oleh Su-35. Ini menjadi kartu penting bagi F-35  untuk melawan jet tempur Rusia tersebut.

Pilot F-35 harus terus menggunakan sifat siluman mereka dan sensor serta taktik yang cerdas untuk menjaga jarak pertempuran tetap jauh. Tidak seperti Raptor, yang dirancang dari awal sebagai pembunuh di pertempuran udara Raptor menggabungkan kekuatan siluman dengan kemampuan terbang tinggi dan kecepatan yang mampu mencapai 1,8 Mach. Jauh di atas F-35 yang sulit untuk mencapai titik 1,6 Mach di afterburner penuh.

F-22 juga dilahirkan dengan karakter manuver yang baik yang menjadi andalan utama ketika mereka menghadapi pertempuran jarak pendek atau dogfights.

F-35 menembakkan rudal AMRAAM

Kemampuan Pilot dan Keberuntungan

Kemampuan Raptor yang bisa terbang jelajah pada kecepatan supersonik tinggi di di atas 50.000 kaki secara efektif menjadikan pesawat dapat memilih kapan dan di mana untuk melawan.

Sementara penerbangan lambat dan lebih rendah pada F-35 menjadikan pesawat ini dipaksa untuk bereaksi terhadap pesawat musuh yang memiliki performa lebih baik.

Selain itu, F-35 tidak memiliki kecepatan atau ketinggian untuk memberikan energi peluncuran rudal udara ke udara AIM-120 seperti halnya Raptor, yang berarti rudal akan memiliki jangkauan kurang jauh bila ditembakkan dari JSF. F-35 juga tidak dapat membawa banyak rudal udar ake udara yang merupakan masalah mengingat bahwa jammers memori frekuensi radio digital dapat mendatangkan malapetaka dengan sistem bimbingan AMRAAM ini.

Dengan kemampuan ini, maka hanya ada dua harapan F-35 selamat dari Su-35 atau bahkan pesawat lain seperti F-16 atau F/A-18 yakni keterampilan pilpt dan keberuntungan.

Faktanya adalah bahwa F-35 dalam konfigurasi siluman hanya dipersenjatai dengan senjata internal yang tidak mampu membawa rudal high off-boresight AIM-9X. Jika AIM-9X harus diintegrasikan ke dalam teluk senjata, berarti sebuah AIM-120 harus dihilangkan.

Kesimpulannya seorang pilot F-35 memang harus menghindari pertemuan jarak pendek. Hal ini yang menjadikan sangat tidak mungkin bahwa US Joint Air Force Commander Component (JFACC) akan menetapkan misi superioritas udara untuk unit F-35 jika ada alternatif lain.

Tetapi mengingat armada kecil Raptor dan berkurangnya armada F-15C, adalah mungkin bahwa JFACC bisa dipaksa menggunakan F-35 sebagai aset superioritas udara. Namun itu berarti  memberikan mimpi buruk kepada pilot Amerika karena secara nyata F-35 memang lemah untuk misi semacam itu.

 

Facebook Comments