For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Chieftain, Tank Terkuat Era Perang Dingin

M10 Chieftain yang dibangun Inggris adalah salah satu tank paling kuat pada masa Perang Dingin. Pada saat diperkenalkan pada tahun 1966, dia menjadi tank paling besar dan bersenjata paling berat baik yang ada di gudang NATO maupun Pakta Warsawa.

Tank M10 Cheftain merupakan tank tempur utama yang dibuat oleh Leyland Motors, perusahaan asal Inggris. Tank ini memiliki berat hingga 50 ton dengan panjang 7,5 meter dan 3,5 meter.

Tank ini memiliki kapasitas hingga empat orang. Untuk senjata utamanya, menggunakan meriam L11A5 berkaliber 120 milimeter. Tank ini mempunyai daya jelajah hingga 500 kilometer dengan kecepatan maksimal 48 kilometer per jam. Leyland Motors memproduksi tank ini pada pertengahan 1960-an. Tercatat ada beberapa negara yang menggunakan tank ini yakni, Inggris, Yordania, Kuwait, dan Oman.

Chieftain adalah evolusi dari tank Centurion, yang muncul pada akhir Perang Dunia II. Chieftain memiliki armor jauh lebih baik daripada Centurion dan mesin ditingkatkan.

Tank ini menggunakan senjata meriam L11A5 120mm yang jauh lebih kuat dibandingkan meriam  105mm yang digunakan tank M60 Amerika dan dan meriam 115mm yang digunakan T-62 Soviet.

Chieftain bergabung dengan pasukan Inggris, termasuk Divisi 1 Lapis Baja. Bagian dari Angkatan Darat Inggris dari Rhine, Divisi Lapis Baja 1 bertugas membela Jerman Utara melawan invasi Soviet. Tank Chieftain juga digunakan Angkatan Darat Iran selama perang Irak-Iran.

Facebook Comments