For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kementerian Pertahanan Inggris Disebut Gagal Membuang 20 Kapal Selam Nuklir Bekas

Kapal selam nuklir bekas Inggris di galangan kapal angkatan laut Rosyth / The National

Kementerian Pertahanan Inggris mendapat kritik tajam karena gagal membuang 20 kapal selam nuklir usang yang telah bertahun-tahun dipensiun. Padahal dari jumlah itu sembilan kapal masih mengandung bahan bakar nuklir.

Komite Commons Public Accounts  di National Audit Office (NAO) menyebut kegagalan menyingkirkan kapal selam tua ini mempertaruhkan reputasi Inggris sebagai negara nuklir yang bertanggung jawab.

Menurut NAO, departemen tersebut belum membongkar salah satu kapal selam yang telah dinonaktifkannya sejak 1980. Pada saat itu, pemerintah telah menghabiskan sekitar 500 juta poundsterling atau sekitar Rp 9.2 triliun untuk menyimpan kapal-kapal pensiunan di Rosyth, Fife, dan Devonport, Devon. Sedangkan perkiraan biaya memusnahkan kapal selam sepenuhnya adalah 96 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,8 triliun.

Meg Hillier, Ketua Komite Commons Public Accounts   mengatakan Kementerian Pertahanan harus mempertanggungjawabkan pembengkekakan biaya ini kepada pembayar pajak.

“Selama lebih dari 20 tahun, Kementerian Pertahanan telah berjanji untuk membongkar kapal selam nuklirnya yang tidak berfungsi dan mengatakan kepada komite saya tahun lalu dan sekarang mengatakan akan mengatasi kekurangan kemajuan yang menyedihkan ini,” katanya sebagaimana dilaporkan BBC Jumat 5 April 2019.

Tanggung jawab Kementerian Pertahanan di masa depan untuk memelihara dan membuang 20 kapal selam yang dinonaktifkan, bersama dengan 10 kapal selam yang kini beroperasi adalah 7,5 miliar poundsterling atau sekitar Rp 138 triliun. Dan dana itu akan cenderung meningkat.

Kapal nuklir yang disimpan termasuk kapal selam pertama yang digunakan untuk membawa pencegah nuklir Inggris: HMS Revenge, HMS Renown, HMS Repulse dan HMS Resolution.

Selain itu kapal selam serang HMS Conqueror, yang menenggelamkan kapal penjelajah Argentina General Belgrano selama Perang Falklands, juga disimpan.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan pembuangna kapal selam nuklir adalah upaya yang rumit dan menantang.

“Kami tetap berkomitmen pada pengisian bahan bakar yang aman, aman, dan hemat biaya serta pembongkaran semua kapal selam nuklir yang dinonaktifkan secepat mungkin.”

Baca juga:

Terungkap, Rencana Rahasia Inggris Membuang 22 Kapal Selam Nuklir ke Dasar Laut

Facebook Comments