For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Bagaimana Telepon Trump Mengubah Perang Suriah?

Pernyataan Presiden Donald Trump saat berbicara dengan Presiden Tayyip Erdogan bahwa ia akan menarik pasukan Amerika dari Suriah telah mengejutkan Turki. Semua berlangsung begitu cepat dan tidak terduga.

Seorang pejabat Amerika sebagaimana dilaporkan Reuters Jumat 29 Desember 2018 dan dikutip JejakTapak mengataka, dalam panggilan telepon dua minggu lalu, Trump awalnya diuga akan memberikan peringatan kepada presiden Turki terkait rencananya untuk meluncurkan serangan lintas batas yang menargetkan pasukan Kurdi yang didukung Amerika di timur laut Suriah

Tetapi pembicaraan justru sangat jauh dari perkiraan. Melalui telepon Trump mengubah kebijakan Amerika di Timur Tengah dengan meninggalkan seperempat wilayah Suriah dan menyerahkan pekerjaan kepada Ankara untuk menyelesaikan perang melawan ISIS.

“Trump bertanya:” Jika kami menarik tentara kami, dapatkah Anda membersihkan ISIS? ” kata seorang pejabat Turki kepada Reuters. Dia mengatakan, Erdogan menjawab bahwa pasukan Turki mampu melakukan tugas itu.

“Kalau begitu kamu lakukan itu,” Trump memberitahunya dengan tiba-tiba. Kepada penasihat keamanan nasionalnya John Bolton yang juga mendengarkan pembicaraan telepon itu Trump mengatakan: “Mulai bekerja untuk penarikan pasukan Amerika dari Suriah.”

“Saya harus mengatakan itu adalah keputusan yang tidak terduga. Kata ‘kejutan’ terlalu lemah untuk menggambarkan situasi, ” kata pejabat Turki yang merupakan satu dari lima sumber yang berbicara kepada Reuters tentang pembicaraan telepon antara kedua pemimpin pada 14 Desember 2018 itu.

Keputusan Trump juga mengejutkan banyak pihak di Washington, di mana pejabat senior pemerintahan, termasuk Menteri Pertahanan Jim Mattis, berusaha berhari-hari untuk mengubah pikiran presiden. Ketika Trump menjelaskan bahwa dia tidak akan mundur, Mattis dan seorang pejabat senior yang mengoordinasi perang melawan ISIS, Brett McGurk, keduanya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Pada kunjungan ke pangkalan udara Amerika di Irak minggu ini, Trump mengatakan bahwa komandan militer telah berulang kali meminta perpanjangan untuk penempatan 2.000 pasukan Amerika di Suriah. Permintaan yang akhirnya ditolak Trump karena menilai ISIS sudah terlalu lemah.

“Kami membuat mereka [ISIS] bodoh. Saya akan memberi tahu Anda bahwa saya telah melakukan beberapa pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Erdogan yang ingin melumpuhkan mereka juga, dan dia akan melakukannya, “katanya kepada pasukan Amerika.

NEXT: PELUANG DAN RISIKO UNTUK TURKI
Facebook Comments

error: Content is protected !!