For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Australia Siap Umumkan Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Yerusalem

Pemerintah Australia  dilaporkan akan meratifikasi keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Selasa 11 Desember 2018 ini dan secara resmi akan mengumumkan langkah itu pada Rabu 12 Desember 2018.

SBS News Australia dikutip Sputnik melaporkan meski akan mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, mereka tidak akan memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv dengan alasan besarnya biaya yang dibutuhkan yakni sekitar US$200 juta.

Surat kabar Australia, melaporkan bahwa tidak jelas apakah pemerintah akan mengakui Yerusalem secara keseluruhan atau hanya Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel.

Pengumuman yang akan akan disampaikan ini menyusul setelah Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Oktober bahwa dia mempertimbangkan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan di sana.

“Saya terbuka untuk terus mengejar [relokasi kedutaan] dan melakukan itu bersama dengan rekan Kabinet. Saya mengatakan saya terbuka untuk mempertimbangkannya,” kata Morrison.

Pada 6 Desember 2017, Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan tersebut menyebabkan protes di seluruh dunia.

Israel menganggap Yerusalem ibukotanya, termasuk bagian timur kota yang disita dari Yordania selama Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Komunitas internasional tidak mengakui pendudukan Yerusalem Timur dan menegaskan status kota itu harus ditentukan atas dasar kesepakatan dengan Palestina, yang mengklaim bagian timur Yerusalem menjadi ibu kota mereka.

Pada 21 Mei, Paraguay menjadi negara ketiga yang memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem, setelah Amerika Serikat dan Guatemala.

Facebook Comments