5 Senjata Aneh Yang Digunakan di Perang Dunia II

Lepas dari kejahatan dan tingginya korban, perang dapat mendorong inovasi. Selama Perang Dunia II, negara-negara besar di dunia telah menggenjot kemajuan teknologi, kedokteran, dan komunikasi agar efisien dan menakutkan dalam pertempuran.

Beberapa kemajuan yang dibuat dalam Perang Dunia II yang kemudian menjadi dasar munculnya teknologi modern.

Tetapi juga banyak teknologi yang dikembangkan di masa lalu menjadi tidak berguna dan terkesan aneh serta gila jika dilihat dari kacamata sekarang. Dan berikut lima teknologi perang paling aneh pada era Perang Dunia II.

Awak di HMS King George V membawa UP unrotated proyektil antipesawat
Awak di HMS King George V membawa UP unrotated proyektil antipesawat

Ranjau Udara

Roket peluncur proyektil unrotated adalah sistem antipesawat yang aneh. Dibuat untuk melindungi kapal-kapal dari pesawat musuh, proyektil unrotated dipecat dari sebuah kapal, dan setelah mencapai ketinggian 1.000 kaki akan meledak dan menghamburkan ranjau yang menggunakan parasut dengan dihubungkan kabel 400 kaki.

Idenya adalah untuk menciptakan sebuah ladang ranjau di udara dimana pesawat musuh akan terjerat dalam kekacauan kabel, menarik pemicu tambang dan meledakkan pesawat. Namun, tambang, kabel, dan parasut itu sangat mudah terlihat dan pilot musuh hingga tidak kesulitan untuk terbang di atas atau di bawah ladang ranjau udara.

Ranjau udara ini kemudian akan tergantung pada belas kasihan angin, dan sialnya mereka akan sering melayang kembali ke arah kapal-kapal Inggris yang memecatnya mereka.Tidak ada catatan sistem ini berhasil menjatuhkan pesawat.

anjing

Pasukan Anjing Bunuh Diri

Rusia, telah menggunakan anjing militer sejak 1924, berusaha untuk mengubah prajurit anjing menjadi ranjau antitank dengan membawa bahan peledak di tubuhnya. Selama pelatihan, anjing-anjing itu kelaparan dan dilepas di tank Soviet stasioner yang ditaru makanan di bawahnya.

Setelah anjing-anjing itu di bawah tank mereka dilatih untuk menarik pemicu detonator dengan gigi mereka. Namun, sebagian besar anjing tidak dapat memahami atau menjalankan tugas terseut apalagi degnan  suara, dan bau pertempuran berkecamuk di sekitar mereka.

Anjing-anjing biasanya akan berbalik dan berlari menuju pawang mereka dari Rusia, dan akhirnya ditembak oleh musuhnya. Meski beberapa anjing dinyatakan berhasil melakukan misi maut ini.

NEXT
Facebook Comments

error: Content is protected !!