For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Situasi Tegang, Amerika Terbangkan Dua Pesawat Mata-Mata di Langit Ukraina

RC-135

Angkatan Udara Amerika Serikat menerbangkan misi pengintaian di wilayah udara Ukraina dan dekat semenanjung Crimea di tengah meningkatnya konflik antara Ukraina dan Rusia.

Menurut ItaMilRadar yang pemantauan pergerakan pesawat militer, pesawat tanpa awak Northrop Grumman RQ-4B USAF dari Naval Air Station (NAS) Sigonella, melakukan misi pengawasan di bagian selatan dan timur Ukraina.

Selain itu pesawat pengintai besar Angkatan Udara Amerika Boeing RC-135V Rivet Joint terbang dari Pangkalan Udara Souda Bay dan melakukan misi serupa di atas Laut Hitam dekat Semenanjung Crimea.

RC-135V Rivet Joint dari Souda Bay Air Base kemungkinan memantau aktivitas Angkatan Bersenjata Rusia di semenanjung Crimea yang disengketakan dan pesawat tanpa awak RQ-4B memantau di wilayah yang dikuasai oleh pemberontak pro-Rusia.

RQ-4B Global Hawk

Pasukan Rusia dan Ukraina terlibat ketegangan di Laut Asov setelah Rusia menembaki dan menahan tiga kapal milik Angkatan Laut Ukraina pada Minggu 25 November 2018. Moskow mengatakan pihaknya terpaksa melakukan hal itu karena kapal Ukraina melanggar wilayah territorial mereka. Sementara Kyiv menuduh Moskow menghalangi jalannya tiga kapal perangnya dan melakukan tindakan agresi.

“Menyusul keputusan Dewan Keamanan Nasional dan Pertahanan Ukraina tentang penerapan darurat militer, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina telah memerintahkan untuk menempatkan unit militer dengan siaga penuh,” kata dalam pernyataan Menteri Pertahanan Ukraina.

Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional (NSDC) Ukraina di bawah kepemimpinan Presiden Petro Poroshenko menyetujui keputusan untuk pengenalan darurat militer untuk jangka waktu 60 hari.

Langkah tidak populer ini secara otomatis akan membatasi aktivitas sipil di wilayah tersebut dan memberi kewenangan pada negara untuk melakukan tindakan dengan alasan keamanan nasional.

Facebook Comments