For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

К-137, Pijakan Pertama Kaki Nuklir Bawah Laut Rusia

K-137 "Leninec" 6677 К-137

Pada November 1967, atau 51 tahun lalu Uni Soviet meluncurkan kapal selam nuklir project 667A K-137 “Leninec”. Inilah kapal selam pertama Soviet yang membawa rudal balistik antarbenua dan menjadi batu pijakan dari kaki nuklir bawah laut negara tersebut.

Monster bawah laut ini dinamai pemimpin Revolusi Oktober, Vladimir Lenin, dan membuka jalan bagi masa depan nuklir bawah laut Uni Soviet.

Uni Soviet telah memiliki beberapa kapal selam proyek 658 dengan rudal nuklir, namun ‘Leninec’ menjadi yang pertama dipersenjatai dengan rudal nuklir yang dapat terbang sejauh 10.000 km ke sasaran mereka.

Model sebelumnya dipersenjatai dengan tiga rudal jarak menengah, sementara K-137 menerima 16 ICBM dan merupakan bagian penting dari kebijakan pencegahan nuklir negara tersebut. Setiap monster bawah laut ini menjadi lima kali lebih efektif dalam konflik potensial.

Fitur menarik lainnya dari kapal ini adalah sistem informasi manajemen otomatis Soviet pertama yang dikenal sebagai I.e. komputer. Mereka mengaktifkan navigasi ICBM yang tepat.

Kapal selam ini juga bisa menyelam satu setengah kali lebih dalam dari model sebelumnya, membuat rekor dunia dengan menyelam di kedalaman 400 meter di bawah permukaan.

Kapal selam ini memiliki ruang hidup lebih banyak dan bagian yang lebih luas. Prajurit dan komandan mereka bahkan memiliki ruang olahraga. Jika Anda harus menghabiskan enam bulan berikutnya di bawah air, kenyamanan fisik dan mental adalah masalah serius.

Selama Perang Dingin, penciptaan sistem pencegahan nuklir menjadi salah satu tujuan utama Rusia. Pabrikan menerima pesanan besar untuk mesin ini.

Total armada Soviet mendapatkan 34 kapal selam nuklir (project 667A K-137), masing-masing dipersenjatai dengan 16 ICBM. Mereka ditempatkan di armada Utara dan Pasifik.

Yang paling penting adalah bahwa kapal selam ini mendorong masa depan pengembangan armada nuklir bawah laut. Negara itu tidak akan pernah menciptakan Borei atau Yasen tanpa mereka.

 

Facebook Comments