For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Potensi Ekspor Senjata Amerika Tahun 2018 Capai Rp1.058 Triliun

THAAD

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui pesanan senjata asing pada tahun fiskal 2018 mencapai US$69,7 miliar  atau sekitar Rp1.058. Angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemberitahuan Kementerian Luar Neger Amerika ke Kongres menyebutkan potensi penjualan ini terdiri dari 70 pemberitahuan. Defense News melaporkan Jumat 5 Oktober 2018, pada tahun lalu Defense Security Cooperation Agency (DSCA) mengatakan potensi penjualan senjata mencapai US $75,9 miliar atau sekitar Rp 1.152 triliun.

Meski turun, kondisi ini diyakini tidak akan menyebabkan industri domestik akan terganggu, karena angka tersebut tetap menunjukkan dominasi Amerika di pasar ekspor pertahanan tetap solid.

Angka-angka ini merupakan potensi penjualan senjata yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Luar Negeri. Dengan kata lain, kontrak resmi sebenarnya belum ditandatangani dengan pembeli.

Sesuai prosedur, setelah izin turun, DSCA akan memberi tahu ke Kongres. Jika Kongres tidak menolak penjualan potensial, maka akan dilanjutkan dengan negosiasi yang mengarah pada kontrak akhir.

Secara geografis, Eropa masih mendominasi, dengan 31 pemberitahuan pembelian senjata dengan potensi nilai US$37,34 miliar (sekitar Rp566 triliun). Wilayah Teluk dan Timur Tengah menempati posisi kedua dengan US$ 22,12 miliar (sekitar Rp336 triliun  dari 23 pemberitahuan, diikuti oleh kawasan Asia-Pasifik dengan US$8,85 miliar (sekitar Rp134 triliun).  Selain itu juga Meksiko ($ 1,39 miliar pada tiga izin) dan Kanada (satu izin senilai US$ 140 juta).

Permintaan Saudi untuk THAAD senilai US$15 miliar atau sekitar Rp228 triliun dan permintaan Polandia untuk baterai Patriot PAC-3 sebesar US$ 10,5 miliar atau sekitar Rp159 triliun  menyumbang lebih dari sepertiga dari total nilai.  Permintaan Belgia untuk F-35 (US$ 6,53 miliar), permintaan Swedia untuk sistem Patriot (US$ 3,2 miliar) dan permintaan Jepang untuk E-2D Hawkeyes (US$ 3,2 miliar) melengkapi lima permintaan terbesar. Sedangkan 15 permintaan lain perkiraan harganya lebih dari US$ 1 miliar.

Terkait total penjualan militer asing untuk tahun fiskal, Pentagon minggu ini mengungkapkan dalam sebuah laporan bahwa hingga akhir Agustus, Amerika telah menandatangani kontrak senilai US$ 54,45 miliar dalam transaksi senjata asing yang melampaui tahun anggaran 2017 sebesar US$ 41,93 miliar.

Facebook Comments