For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kapal Perang Amerika dan China Terlibat Manuver Berbahaya

USS Decatur

Angkatan Laut Amerika mengungkapkan bahwa sebuah kapal perang China baru-baru ini melakukan manuver yang sangat dekat dengan kapal perusak kelas Arleigh Burke, USS Decatur, di Laut China Selatan.

Pengumuman dikeluarkan menyusul laporan bahwa China telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pertemuan tingkat tinggi yang direncanakan dengan para pejabat pertahanan Amerika, termasuk Menteri Pertahanan James Mattis.

Insiden itu terjadi pada 30 September 2018, dekat Gaven Reefs, di rantai Spratly Island yang diperebutkan. Perusak Angkatan Laut China, yang diidentifikasi sebagai  kelas Luyang, datang dalam jarak 45 meter dari lambung Decatur, memaksa kapal Amerika mengubah arah untuk menghindari tabrakan.  “Kapal China telah melakukan manuver yang semakin agresif,” kata Armada Pasifik Amerika Serikat.

Saat pertemuan jarak dekat tersebut,  kapal China mengeluarkan peringatan pada USS Decatur untuk meninggalkan daerah itu.

Kelas Luyang China

Seminggu sebelumnya, pembom B-52 Angkatan Udara Amerika juga telah terbang melalui wilayah udara internasional di atas bagian yang disengketakan di Laut China Selatan.

“Kapal dan pesawat Angkatan Laut Amerika beroperasi di seluruh Indo-Pasifik secara rutin, termasuk di Laut China Selatan,” kata rilis Armada Pasifik.

“Seperti yang kita lakukan selama beberapa dekade, pasukan kita akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan.”

Menanggapi penerbangan B-52 China mengatakan pada Jumat bahwa mereka melakukan latihan penembakan di Laut China Selatan dalam unjuk kekuatan di wilayah yang diperebutkan.

USS Decatur menjadi bagian dari Operasi Freedom of Navigation, atau FONOP, sejenis misi yang dimaksudkan untuk memperkuat ketidaksetujuan pemerintah Amerika dengan pernyataan China bahwa sebagian besar Laut China Selatan adalah wilayah kedaulatannya.

Sejak tahun 2014, China telah bekerja pada proyek reklamasi besar-besaran untuk mengubah terumbu karang yang sebelumnya tidak dapat dihuni menjadi pos terdepan untuk meningkatkan klaimnya. Pada 2016, pasukan China telah memperluas salah satu dari dua terumbu karang Gaven menjadi fasilitas seluas lebug 170.000 yard persegi yang memiliki dermaga dan setengah lusin  senjata tetap.

Ada juga laporan bahwa pasukan China sedang meningkatkan upaya untuk mencoba dan menjaming pesawat militer Amerika yang terbang di wilayah udara internasional di wilayah tersebut, mengganggu kru mereka dengan setidaknya sinar laser.

Pengawas lalu lintas udara China di Laut China Selatan juga semakin  sering memperingatkan pesawat Amerika dengan mengatakan kepada mereka untuk meninggalkan daerah itu untuk menghindari “kesalahpahaman.”

Facebook Comments