For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

USAF Pilih MH-139 untuk Gantikan UH-1N Huey Sebagai Penjaga Silo Rudal

AW139

Tim Boeing-Leonardo memenangkan kontrak senilai US$ 2,38 miliar atau sekitar Rp35 triliun untuk memproduksi sejumlah helikopter baru guna menggantikan UH-1N Huey Angkatan Udara Amerika yang digunakan untuk menjaga silo rudal nuklir.

Boeing dan Leonardo menawarkan MH-139, versi militer dari AW139 komersial yang diproduksi oleh anak perusahaan Leonardo AgustaWestland di Philadelphia. Helikopter ini mengalahkan Lockheed Martin Sikorsky dan Sierra Nevada Corp, yang keduanya menawarkan varian dari UH-60 Black Hawk  yang beberapa analis dilihat sebagai pilihan terbaik.

Dengan demikian, pengumuman kontrak yang dikeluarkan 24 September 2018 itu merupakan kemenangan besar bagi tim Boeing-Leonardo. Mereka menerima US$ 375 juta untuk empat helikopter pertama dan sejumlah perlengkapannya.

Angkatan Udara mengklaim menurunkan harga program dari perkiraan awal akan menghabiskan US$ 4,1 miliar.

“Persaingan yang kuat menurunkan biaya untuk program tersebut, hingga ada penghematan US$ 1,7 miliar,” kata Sekretaris Angkatan Udara Heather Wilson dalam sebuah pernyataan yang dilansir Defense News.

Angkatan Udara berencana membeli 84 helikopter baru untuk program ini, dengan pesawat pertama dikirim pada tahun fiskal 2021.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan Angkatan Udara di tim MH-139 kami,” kata David Koopersmith, wakil presiden dan manajer umum untuk bisnis angkat vertikal Boeing.

“MH-139 melebihi persyaratan misi, itu juga ideal untuk transportasi VIP, dan menawarkan Angkatan Udara penghematan hingga US$ 1 miliar dalam akuisisi dan biaya siklus hidup.”

Richard Aboulafia, seorang analis kedirgantaraan di Teal Group, mengatakan kemenangan ini bagi Leonardo merupakan terobosan pasar helikopter Amerika yang telah mereka tunggu  dan dukungan kuat dari rencana Boeing untuk bekerja dengan mitra lainnya.

Setelah pemenang diumumkan masih tersisa pertanyaan apakah kompetitor lain akan memprotes keputusan tersebut.

Sepanjang kompetisi, Sikorsky HH-60U dilihat sebagai salah satu kandidat paling kuat untuk menggantikan UH-1N. Model-U membedakan dari Black Hawk Angkatan Darat dengan penambahan sejumlah modifikasi.

“Kami kecewa dengan keputusan Angkatan Udara Amerika tetapi tetap yakin HH-60U Black Hawk adalah solusi terkuat dan paling cakap untuk menggantikan UH-1N Huey untuk melindungi silo rudal nuklir negara kita dan mendukung misi pemerintah secara berkelanjutan, ” kata Steve Callaghan, wakil presiden Sikorsky untuk pengembangan bisnis.

Sierra Nevada Corp juga mengusulkan versi Black Hawk yang ditetapkan sebagai “Sierra Force.” Namun, agar jauh lebih murah daripada UH-60 yang ditawarkan Sikorsky mereka menawarkan dengan menggunakan Blackhawk bekas Angkatan Darat dan meningkatkannya menjadi memodifikasi konfigurasi UH-60L dengan mesin General Electric T-701D, memperbarui avionik dan kokpit.

Seperti diketahui Amerika Serikat memiliki 400 rudal balistik antarbenua Minuteman III yang bersiaga di seluruh Amerika Serikat bagian barat.  Rudal sepanjang 60 kaki dan beratnya lebih dari 37 ton tersebut masing-masing membawa hulu ledak termonuklir 300 kiloton dan memiliki jangkauan lebih dari 8.000 mil, cukup untuk menyerang setiap target di belahan bumi utara.

Rudal-rudal itu duduk di beton bertulang dan silo baja di Wyoming (Pangkalan Angkatan Udara Warren), Montana (Pangkalan Angkatan Udara Malmstrom, dan Dakota Utara (Pangkalan Angkatan Udara Minot). Setiap silo tidak berawak, dengan hingga sepuluh silo dikendalikan oleh Launch Control Center yang tempatnya lumayan jauh.

Tempat silo yang jauh dan terisolasi menjadikan mereka target potensial bagi siapa saja dari demonstran anti-nuklir serta pasukan pasukan khusus lawan untuk menyabotase. Untuk menghadapi situasi seperti itu, Angkatan Udara memiliki tim keamanan khusus yang dilatih untuk terbang dengan helikopter dan mengamankan lokasi rudal yang terancam.

Tim keamanan khusus tersebut sampai saat ini masih mengandalkan helikopter tua UH-1N Hueys yang lambat. Bahkan tinggal mereka yang mengoperasikan Huey  hingga wajar Angkatan Udara Amerika ingin menggantinya.

Facebook Comments