For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Amerika: Kami akan Tetap di Suriah Sampai Iran Pergi

Pasukan Amerika di Suriah

Amerika menegaskan akan tetap mempertahankan kehadiran militer di Suriah sampai Iran menarik pasukannya dari negara tersebut.

“Kami tidak akan pergi selama pasukan Iran berada di luar perbatasan Iran, dan itu termasuk proxy dan milisi Iran,” kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton di New York Senin 24 September 2018.

Saat ini ada 2.200 pasukan Amerika ditempatkan di Suriah dengan dalih untuk melawan ISIS. Meski kelompok radikal itu telah semakin melemah, Bolton dan Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, mengatakan Iran telah memunculkan ancaman strategis yang lebih besar, para pemimpin militer Amerika telah menekankan bahwa Iran bukan fokus mereka.

Menteri Pertahanan Iran pada Minggu 23 September mengatakan negaranya akan melanjutkan dukungannya terhadap pemerintah Suriah untuk memastikan keamanan yang lebih baik di kawasan itu serta menambahkan bahwa sifat kerjasama kedua negara tidak akan diputuskan oleh pihak ketiga

Sedangkan Menteri Pertahanan Jim Mattis, dalam pertemuan dengan para wartawan di Pentagon Senin, berulang kali menegaskan bahwa komentar Bolton mencerminkan tidak ada perubahan dalam kebijakan, dan bahwa Pentagon berada di halaman yang sama dengan Gedung Putih terkait peran apa yang akan dilakukan pasukan Amerika di Suriah .

“Sebagai bagian dari masalah menyeluruh ini, kita harus mengatasi Iran,” kata Mattis. “Ke mana pun Anda pergi di Timur Tengah, di mana ada ketidakstabilan, Anda akan menemukan Iran. Jadi dalam hal mencapai kondisi akhir dari proses Jenewa, Iran, juga, memiliki peran untuk dimainkan, yaitu berhenti menimbulkan masalah.”

Mattis mengatakan dia dan Bolton “berada di nada musik yang sama,” tetapi mengatakan kehadiranAmerika akan didasarkan pada pembicaraan damai yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa daripada kegiatan Iran.

“Ini adalah proses Jenewa dan proses Jenewa harus sampai pada kesimpulan jika kita ingin melihat tujuan ini,” kata Mattis sebagaimana dilansir Defense News.

Campur tangan Iran dinilai Amerika telah memberdayakan berbagai kelompok bersenjata pro-Assad, termasuk Hizbullah Lebanon, dan telah membawa pasukan Iran ke Suriah yang dilihat Israel sebagai ancaman langsung keamanannya.

Facebook Comments