Dua Kapal Selam Nuklir Rusia Menyusup ke Wilayah Inggris Tanpa Terdeteksi

Kapal selam Kelas Borei Rusia

Dua kapal selam nuklir terbaru milik Rusia dilaporkan berhasil menyusup ke perairan Inggris tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan bawah laut.

Sumber Kementerian Pertahanan Inggris kepada Daily Mail Inggris mengatakan kapal selam berteknologi tinggi terbaru milik Presiden Putin dapat berlayar dengan sangat tenang hingga tidak terdeteksi oleh sistem pertahanan bawah laut Inggris, termasuk sonar.

Menurut sumber tersebut kapal selam Rusia telah melakukan misi melacak kapal selam Inggris saat mereka meninggalkan pangkalan rahasia Faslane di Skotlandia.

Selain itu kapal selam tersebut juga memetakan jaringan energi vital dan telekomunikasi dan kabel internet di bawah Selat Inggris. Jika ini dihancurkan, Inggris bisa jatuh ke dalam kekacauan dan kegelapan.

“Kami percaya bahwa kapal selam Rusia memfokuskan perhatiannya pada pangkalan angkatan laut Inggris di Skotlandia Barat [Faslane] dan pipa bawah laut di Selat Inggris,” kata sumber itu kepada Daily Mail Minggu 9 September 2018.

‘Sistem propulsi kapal selam baru ini jauh lebih canggih. Akibatnya, kapal selam jauh lebih senyap dari pendahulunya. Sebelum ini kapal selam Rusia cenderung sangat berisik. ”

Daily Mail

Kapal selam Rusia yang berusaha mendekati Faslane biasanya telah diidentifikasi ketika mereka melewati hamparan air yang dikenal sebagai Celah Islandia. Pergerakan mereka dipantau oleh perangkat pendengar hidrofon yang dapat menunjukkan keberadaan kapal selam berdasarkan kebisingan dari baling-balingnya. Sistem ini, yang dikenal sebagai SOSUS, dikembangkan pada 1950-an. Daily menyebut dua kapal selam Rusia tersebut adalah Kelas Borei dan Kelas Yasen.

Awal tahun ini, terungkap bahwa telah terjadi peningkatan sepuluh kali lipat dalam aktivitas kapal selam Rusia di perairan Inggris sejak 2015. Namun jumlah sebenarnya dan lokasi yang dikunjungi oleh kapal selam Rusia tetap dirahasiakan karena alasan keamanan.

Kabar tentang kapal selam Rusia yang menyusup ke wilayah Inggris ini terjadi ketika Rusia meningkatkan aktivitas militernya di seluruh dunia, termasuk 25 kapal mereka yang saat ini ditempatkan di Mediterania Timur untuk mendukung operasi di Suriah.

Kapal selam Kelas Yasen Rusia

Minggu ini, Rusia juga akan memulai latihan militer terbesarnya sejak Perang Dingin. Latihan akan melibatkan 1.000 pesawat militer dan 300.000 prajurit serta melibatkan pasukan dari China.

Menurut pakar nuklir John Large, kemajuan teknologi telah membuat kapal selam Rusia lebih kompetitif. “Orang-orang Rusia masih jauh di belakang dalam peperangan kapal selam, khususnya teknologi siluman, tetapi banyak yang mungkin telah berubah. Komandan Rusia mendorong batas sepanjang waktu dari apa yang bisa mereka lakukan. Mereka semakin percaya diri dan agresif,” katanya.

“Sementara itu, Angkatan Laut Inggris bisa dibilang dalam posisi yang lebih lemah karena begitu banyak tenaga kerja dan sumber daya terkonsentrasi pada kapal induk baru.”

Facebook Comments

error: Content is protected !!