Inilah Rencana Jerman untuk Melawan Serangan Rudal Rusia

Medium Extended Air Defense System (MEADS)

Pada bulan Agustus 2018 Departemen Pertahanan Jerman dilaporkan melakukann negosiasi dengan konsorsium internasional yang dibentuk oleh Lockheed Martin dan MDBA terkait harga Medium Extended Air Defense System (MEADS).

MEADS merupakan sistem pertahanan udara mobile yang dirancang untuk menembak jatuh berbagai ancaman udara dari rudal balistik hingga pesawat tempur, rudal jelajah, drone dan helikopter. Jika kesepakatan  dapat dicapai setelah  upaya pertama beberapa tahun lalu kandas terkait masalah harga maka program tersebut masih memerlukan persetujuan oleh Bundeswehr.

MEADS memiliki sejarah perkembangan yang sangat tersiksa. Pembangunan sistem ini dimulai dari usaha bersama tiga negara yakni Amerika, Jerman dan Italia yang dimaksudkan untuk menggantikan rudal Patriot. Namun, Angkatan Darat Amerika tidak menginginkan MEADS dan meninggalkan program itu pada tahun 2009 meski tetap memenuhi kewajibannya membayarkan dana pengembangan. Pada 2011 Jerman menyusul Amerika menarik diri dari rencana pembelian. Setelah tiga negara ini menghabiskan US $ 4 miliar hingga hampir menyelesaikan pengembangan senjata tidak ada yang mau membeli.

Namun, pada tahun 2014 pasukan Rusia menganeksasi Semenanjung Crimea dan terlibat dalam konflik senjata di Ukraina Timur. Berlin baru menyadari tidak mungkin lagi membiarkan militernya berkarat dan lemah.

Terlebih sejak saat itu Moskow telah mengirimkan rudal balistik Iskander yang memiliki kemampuan nuklir ke Kaliningrad hingga dapat mendaratkan serangan cepat dan mematikan di Berlin dengan kecepatan enam kali kecepatan suara.

Jerman telah sangat mengurangi pertahanan udaranya dalam dua dekade setelah berakhirnya Perang Dingin. Saat ini, Luftwaffe mengoperasikan satu Pertahanan Rudal Udara dengan tiga Grup bersenjata baterai rudal Patriot. Semua berbasis di Jerman utara dan kelompok keempat yang dilengkapi dengan sistem pertahanan udara jarak pendek untuk melindungi pasukan dan pangkalan dari serangan ketinggian rendah dan bahkan roket atau mortir.

Pada 2015, MEADS sebenarnya mengungguli rudal Patriot yang ditingkatkan dalam kompetisi untuk persyaratan TLVS Tactical Air Defense yang baru,  tetapi kemudian negosiasi berlarut-larut selama bertahun-tahun.

Biaya untuk pengadaan MEADS seharusnya US$ 4,5 miliar, tetapi sumber-sumber swasta mengklaim industri meminta harga US$ 9-10 miliar. Putaran kedua negosiasi di musim panas 2018 akan menentukan apakah MEAD akhirnya memasuki layanan.

Baterai MEADS diawaki 19 personel dan terdiri dari lima elemen mobile yang berbeda: Tactical Operations Center, dua Multi-Function Fire Control Radars, sebuah radar surveillance jarak jauh, enam unit peluncur dan tiga loader dengan masing-masing membawa delapan rudal PAC-3MSE.

Meskipun MEADS berbeda dari baterai rudal Patriot, sistem ini menggunakan versi lanjutan dari rudal Amerika. PAC-3MSE adalah senjata “hit to kil ” yang dirancang untuk menghancurkan target dengan kekuatan kinetik. Rudal ini mampu melawan rudal balistik jarak pendek atau menengah seperti Iskander Rusia.

Awalnya dipandu oleh radar Active Electronically Scanned Array MFCR milik MEADS, PAC-3 menggunakan radar pencari Ka-band dan kemampuan manuver kedua dari motor roketnya untuk memastikan melesatkan ke targetnya di fase terminal. Rudal ini masih membawa hulu ledak “mematikan” yang ledakannya menyebarkan 24 fragmen tungsten untuk lebih menjamin pencegatan dan penghancuran target.

NEXT: LEBIH UNGGUL DIBANDING PAC-3
Facebook Comments