For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Flanel Soldier Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Drone ke Maduro

Maduro dievakuasi setelah serangan drone

Gerakan klandestin Venezuela yang disebut Flannel Soldiers atau Pasukan Flannel menyatakan bertanggung jawab atas upaya pembunuhan kepada Presiden Nicolas Maduro.

“Operasi itu dilakukan dengan dua drone yang berisi bahan peledak C-4 ke tribun presiden. Penembak jitu dari Penjaga Kehormatan menembak jatuh drone sebelum mereka tiba di target. Mereka [drone] tidak berhasil sekarang, tapi itu masalah waktu, ”tulis grup itu di Twitter Minggu 5 Agustus 2018.

Sebelumnya dilaporkan Maduro diserang oleh beberapa drone bermuatan bahan peledak selama pidatonya di sebuah acara di Caracas.

Menteri Informasi Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan presiden dan pejabat, yang hadir tidak terluka dalam insiden itu. Namun tujuh prajurit terluka dalam serangan itu.

Gerakan Flanel Soldier dilaporkan dibentuk pada tahun 2014 dan memiliki hubungan dengan mantan perwira penegak hukum Venezuela Oscar Perez, yang memimpin serangan helikopter di gedung-gedung pemerintah di Caracas pada bulan Juni, 2017. Perez dibunuh oleh pasukan keamanan Venezuela pada bulan Januari.

Pada 28 Juni 2017, sekelompok petugas keamanan yang dipimpin oleh Perez membajak sebuah helikopter dan menyerang Mahkamah Agung Venezuela di Caracas.

Mereka melepaskan tembakan dan menjatuhkan beberapa granat tangan, dan juga menyerang Kementerian Kehakiman di dekatnya. Setelah mengumumkan dimulainya perang mereka melawan pemerintah, para penyerang menghilang. Caracas menyebut serangan itu sebagai aksi teror.

Facebook Comments