For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Meteor Dilaporkan Meledak di Atas Pangkalan Militer Amerika

Ilustrasi

Tweet yang aneh dan kredibel dari Direktur Nuclear Information Project for the Federation of American Scientists , Hans Kristensen, pada 1 Agustus 2018 pukul 5.14 sore waktu Washington DC menyatakan bahwa, “Meteor dengan kekuatan 2,1 kiloton meledak 43 km di atas radar peringatan dini rudal di Pangkalan Udara Thule. ”

Tweet itu tampaknya berasal dari pengguna Twitter “Rocket Ron”, peneliti ruang angkasa di  Jet Propulsion Laboratory. Tweet asli berbunyi, “Bola api terdeteksi di Greenland pada 25 Juli 2018 oleh sensor Pemerintah Amerika di ketinggian 43,3 km. Energi dari ledakan diperkirakan 2,1 kiloton. ” demikian tulis Rocket Ron pada 31 Juli.

Namun sampai saat ini tidak ada informasi lain tentang kejadian tersebut. Termasuk penjelasan dari 12th Space Warning Squadron yang berbasis di Thule, 21st Space Wing, atau Wing’s 821st Air Base Group yang mengoperasikan dan memelihara Pangkalan Udara Thule.

Radar peringatan rudal Pangkalan Udara Thule. /USAF

Sebagaimana dilaporkan The Aviationist Jumat 3 Agustus 2018, Jet Propulsion Laboratory NASA dalam Tweet melengkapi dengan sejumlah data seperti kecepatan objek yang mencapai 24,4 Kilometer per detik (sekitar 74 Mach) di 76,9 derajat lintang utara, 69,0 derajat bujur barat pada 25 Juli 2018 jam 11:55 siang.  Garis lintang dan garis bujur itu memang hampir di atas Thule, Greenland.

Ketika Anda melihat database Program Near Earth Object (NEO) NASA tentang objek yang memasuki atmosfer maka Anda bisa melihat bahwa asteroid kecil menghantam atmosfer bumi  menghasilkan apa yang astronom sebut bolide (bola api, atau meteor yang terang)  terjadi sebanyak 556 kali dalam periode 20 tahun.  Hampir semua asteroid dengan ukuran ini hancur di atmosfer dan biasanya tidak berbahaya.

Tetapi ada pengecualian. Anda mungkin ingat video YouTube dari meteor Chelyabinsk yang sangat besar yang menghantam bumi pada 15 Februari 2013. Untungnya itu memasuki atmosfer bumi pada lintasan dangkal dan sebagian besar hancur.

Jika itu memasuki pada sudut yang lebih tegak lurus, itu akan memukul bumi dengan kekuatan yang secara signifikan lebih besar. Para ilmuwan melaporkan bahwa Chelyabinsk adalah meteor terbesar yang menghantam bumi dalam periode rekaman modern, dengan diameter lebih dari 20 meter. Lebih dari 7.000 bangunan rusak dan 1.500 orang cedera akibat insiden itu.

Rusia Utara tampaknya menjadi magnet bagi serangan meteor. Sebuah kisah yang dikenal sebagai Tunguska Event menyebutkan pada 1908 meteor jatuh di wilayah Kraznoyarsk Krai di Siberia yang meratakan lebih dari 770 mil persegi hutan Taiga Siberia tapi, anehnya, terlihat tidak meninggalkan kawah, menunjukkan itu kemungkinan hancur seluruhnya sekitar 6 mil di atas bumi. Kerusakan besar-besaran terjadi di hutan berasal dari gelombang kejut benda yang memasuki atmosfer sebelum disintegrasi.

Jika meteor yang dilaporkan meledak di atas Thule Greenland memiliki kekuatan 2,1 kiloton atau 2.100 ton TNT, meteor Tunguska diperkirakan sebesar 15 megaton (15 juta ton TNT).

Facebook Comments