For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Rusia Bangun Cephalopod untuk Membunuh Kapal Selam, Apalagi Ini?

Rusia sedang mengerjakan sebuah senjata baru untuk digunakan membunuh kapal selam musuh yang disebut sebagai Cephalopod.

Cephalopod dibayangkan sebagai sebuah kapal selam tanpa awak yang membawa torpedo ringan untuk melumpuhkan kapal selam musuh yang sangat berbahaya di medan perang bawah air bertekanan tinggi.

Menurut ahli peperangan bawah laut HI Sutton, Rusia telah mengerjakan senjata ini sejak 2015 ketika keberadaannya terungkap bersama dengan torpedo nuklir Poseidon.

“Kami telah mengetahui program Cephalopod sejak 2015 tetapi hingga saat ini kami tidak tahu banyak tentang itu,” kata Sutton kepada Popular Mechanics Selasa 31 Juli 2018. “Perlahan-lahan ada gambar yang muncul bahwa Cephalopod adalah kapal bawah laut yang membunuh kapal selam.”

Dia mengatakan untuk sebuah kapal selam tanpa awak, Cephalopoa memiliki ukuran yang sangat besar/ “Ini lebih besar dari pada Large Displacement Unmanned Undersea Vehicle (LDUUV) mili US Navy.  Kapal ini memiliki baling-baling melengkung tunggal,  yang sangat mirip dengan digunakan pada kapal selam berukuran penuh. Ini menunjukkan bahwa Cephalopod dirancang untuk daya tahan lama dan lebih siluman daripada kemampuan manuver,” katanya.

Echo Voyager, kapal selam tanpa awak yang dibangun Boeing untuk US Navy

Dia menambahkan kapal juga memiliki pendorong yang memungkinkan untuk melayang. Berbeda dengan drone bawah laut Rusia lainnya menggunakan beberapa pendorong kecil yang disusun untuk memberikan kemampuan manuver yang sangat baik.

Cephalopod dipersenjatai dengan torpedo ringan MTT 324-milimeter  yang biasanya dibawa oleh kapal-kapal permukaan dan helikopter antikapal selam. Torpedo ringan memiliki hulu ledak yang lebih kecil untuk menusuk lambung kapal selam bertekanan dan rentang yang lebih pendek.

Armada kapal selam Rusia sudah menua lebih cepat daripada yang bisa diganti, dan drone seperti Cephalopod dapat mengambil misi yang biasanya ditugaskan untuk kapal selam yang dipensiun. Salah satu kemungkinan peran Cephalopod adalah mengawal kapal selam rudal balistik Rusia, melindungi mereka dari kapal selam serangan Barat. Cephalopod juga dapat melindungi fasilitas dan pelabuhan angkatan laut, atau beroperasi di perairan terlarang seperti Laut Baltik.

“Kendaraan bawah laut tanpa awak sedang mengubah perang laut. Kami tidak tahu apakah Rusia membangun Cephalopod tetapi cara mereka menunjukkan pemikiran mereka dengan torpedonya dan sonar besar, jelas bahwa Cephalopod dimaksudkan untuk memainkan peran aktif dalam pertempuran, ”kata Sutton.

Facebook Comments