For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Jet Tempur Inggris Gempur Pasukan Suriah

Typhoon Inggris

Jet-jet tempur Angkatan Udara Inggris menggempur pasukan pemerintah Suriah Minggu 1 Juli 2018. Ini adalah serangan Inggris pertama kepada pasukan pemerintah setelah serangan yang dilakukan pada April lalu bersama  Amerika dan Prancis.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris membenarkan bahwa mereka melakukan serangan tersebut. Tindakan ini dilakukan setelah kelompok milisi oposisi anti-Damaskus, Maghawir al-Thowra dan para pelatih militer dari koalisi pimpinan Amerika diserang oleh “kekuatan tak dikenal” di luar pangkalan al-Tanf pada 21 Juni 2018.

“Sebagai tindakan bela diri,  Typhoon RAF menjatuhkan satu Paveway IV pada target, yang berhasil menghilangkan ancaman terhadap mitra koalisi kami,” kata juru bicara itu.

Dia mengatakan tidak perlu memberi tahu parlemen atas serangan tersebut.  “Pemberitahuan hanya dilakukan jika ada korban sipil akibat serangan Angkatan Udara Inggris,” tambahnya.

Kementerian Pertahanan Inggris menolak untuk mengomentari identitas kekuatan yang diserang, tetapi menyebut pemboman sebagai “tanggapan sepenuhnya proporsional.”

Menurut Sunday Times, serangan udara menewaskan seorang perwira Angkatan Darat Suriah dan melukai tujuh lainnya. Damaskus belum berkomentar tentang korban yang dilaporkan.

Pasukan Inggris dikerahkan ke Suriah Suriah selatan pada tahun 2016 dan telah terlibat dalam pelatihan milisi anti-pemerintah. Damaskus telah berulang kali menuntut agar koalisi mengakhiri “kehadiran ilegal” di negara tersebut.

Koalisi pimpinan Amerika mulai melakukan kampanye serangan udara yang ditujukan terhadap ISIS sejak 2014.  Koalisi itu tidak memiliki mandat atau otorisasi PBB dari Damaskus, dan pemerintah Suriah menyebut kegiatannya sebagai pelanggaran kedaulatannya.

Amerika dan sekutunya telah berulang kali menargetkan pasukan pemerintah Suriah, yang paling keras terjadi pada bulan April, di mana sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan kimia di Douma, mereka meluncurkan lebih dari 100 rudal jelajah di kota-kota dan fasilitas yang dikontrol pemerintah.

Facebook Comments

error: Content is protected !!