Koalisi Arab Luncuran Serangan Terbesar ke Yaman

Pasukan yang didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi pada Rabu 13 Juni 2018 memulai serangan besar-besaran ke kota pelabuhan utama Hodeidah Yaman, yang dikuasai Houhti.

Pertempuran Hodeidah diperkirakan akan menjadi yang terbesar dari perang tiga tahun antara aliansi negara-negara Arab dan Houthi yang didukung Iran.

Pejabat militer Amerika mengatakan bahwa Amerika membantu koalisi yang dipimpin Saudi untuk memilih target yang akan meminimalkan korban sipil.

Pemerintah Trump pekan lalu dilaporkan mempertimbangkan membantu UAE, yang merupakan bagian dari koalisi pimpinan Saudi, dalam serangan terhadap Hodeidah.

Sementara itu, PBB dan kelompok bantuan mendesak untuk menghentikan serangan itu dengan memperingatkan bahwa serangan terhadap Hodeidah bisa lepas kendali dan menambah jumlah korban kemanusiaan terburuk di dunia.

“Kami khawatir bahwa serangan yang berkepanjangan atau pengepungan ┬áHodeidah bisa menjadi bencana bagi warga sipil,” kata Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman kepada Wall Street Journal. Dia menambahkan bahwa 250.000 dari 400.000 orang di kota itu dapat terbunuh.

Mayor Rankine-Galloway, seorang juru bicara Pentagon, sebelumnya mengatakan kepada Business Insider Amerika membantu koalisi pimpinan Saudi di Yaman dengan membagi data intelijen, pengisian bahan bakar udara untuk jet koalisi, dan pelatihan untuk membuat serangan udara koalisi lebih tepat

Green Beret bahkan dilaporkan membantu Arab Saudi menemukan dan menghancurkan rudal balistik Houthi yang didukung Iran.

Sebelumnya Uni Emirat Arab, anggota aliansi yang didukung Barat, menetapkan batas waktu hingga Selasa bagi Houthi yang bersekutu dengan Iran untuk mundur dari Pelabuhan Hodeidah di bawah pembicaraan yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ini akan menjadi yang pertama kalinya sejak tentara asing bergabung dengan perang pada 2015 atas nama pemerintah Yaman yang terasingkan, di mana mereka telah berusaha untuk merebut kota besar yang dipertahankan dengan baik.

Hodeidah, pelabuhan Laut Merah terbesar Yaman dan satu-satunya di bawah kendali Houthi, berfungsi sebagai garis hidup bagi mayoritas penduduk Yaman, yang tinggal di wilayah Houthi. Diperkirakan 600 ribu orang tinggal di daerah itu

Facebook Comments

Translate »