For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

RPG-30, Solusi Rusia Mengatasi Sistem Proteksi Aktif Tank Lawan

RPG-30 adalah peluncur roket anti-tank Rusia yang dikembangkan dari RPG-27. Senjata ini dirancang khusus untuk mengatasi sistem proteksi aktif (disebut juga hard-kill), seperti Trophy, yang menjadi semakin populer di kalangan tank tempur utama.

Peluncur roket ini mulai dikembangkan pada tahun 2008 dan diadopsi oleh Angkatan Darat Rusia pada tahun 2012 dengan pengiriman  dimulai pada tahun 2013. Senjata ini kadang-kadang juga disebut sebagai “Kryuk” (pukulan).

RPG-30 adalah senjata sekali pakai, yang ditujukan untuk digunakan melawan kendaraan lapis baja berat. Senjata ini memiliki desain yang tidak biasa yakni dengan dengan dua roket. Roket pertama dimaksudkan untuk memicu sistem proteksi aktif target, sedangkan roket utama dimaksudkan untuk menghancurkan target.

Roket prekursor kecil dikemas dalam tabung samping. Roket ini dipecat sesaat sebelum roket utama dan bertindak bertindak sebagai umpan untuk memicu sistem perlindungan aktif target. Seluruh konsep di balik RPG-30 adalah bahwa sistem proteksi aktif belum siap untuk melibatkan target kedua hingga 0,2-0,4 detik kemudian, sehingga roket utama akan mampu mencapai target.

Roket utama PG-30 105 mm yang digunakan RPG-30 mirip dengan RPG-27. Roket ini memiliki hulu ledak tandem High Explosive Anti-Tank.  Pada dasarnya hulu ledak tandem serupa juga digunakan oleh roket PG-7VR roket RPG-7 dan PG-29V dari RPG-29.

Hulu ledak roket utama digunakan untuk mengalahkan peledak baja reaktif. Roket ini menembus hingga 600 mm armor baja di belakang Explosive Reactive Armor (ERA) atau armor baja 750 mm tanpa ERA. Senjata ini juga berguna untuk melawan semua kendaraan lapis baja lainnya, serta menyerang bunker, bangunan dan berbagai benteng.  Roket mampu menembus 1,5 m beton bertulang, 2 m batu bata, serta 3,7 m tanah.

Peluncurnya menggunakan tabung aluminium sederhana, smoothbore, dilapisi dengan fiberglass di bagian luar.  Tabung ini membakar roket pre-loaded, yang dipasang di pabrik dan disegel. Roket ini didukung oleh motor propelan padat. Begitu roket diluncurkan, peluncur kosong kemudian dibuang karena tidak dapat diisi ulang.

Sebagaimana ditulis Military Today RPG-30 dilengkapi hanya dengan pemandangan flip-up sederhana, baik ke depan dan belakang. Jarak penampakan maksimal hanya 200 meter. Akurasi senjata ini juga agak terbatas. Tidak ada cara untuk memasang penglihatan optik atau malam.

Jika roket tersebut salah menyerang target maka bisa memiliki mekanisme menghancurkan diri sendiri setelah terbang selama beberapa ratus meter, yang terjadi beberapa detik setelah diluncurkan.

Senjata tersebut bisa disiapkan untuk menembak dalam waktu kurang dari 10 detik. Tabung diikat secara manual dengan mengangkat penglihatan belakang. Begitu dikokang, senjata ini bisa kembali ke tempat yang aman.

RPG-30 memiliki area ledakan balik minimal 30 meter. Ini adalah kerugian serius dari senjata, karena membahayakan personil terdekat termasuk ledakan balik ke operator. Meski RPG-30 bisa digunakan di dalam bangunan.

RPG-30 adalah senjata yang mudah digunakan. Dengan sedikit latihan, atau tidak ada pelatihan sama sekali, satu orang di setiap skuad bisa membawa satu peluncur roket ini. Namun bobot RPG-30 lebih dari dua senapan serbu rata-rata dengan magazine penuh.  Senjata ini juga harus dibawa selain senjata standar tentara. Jadi mengingat ukuran dan beratnya, maka membawa senjata ini dalam jarak jauh juga akan menjadi beban tersendiri.

Pada tahun 2012 dilaporkan bahwa perusahaan Israel Raphael telah mengembangkan sistem pertahanan, yang disebut Trench Coat, untuk melengkapi sistem perlindungan aktif Trophy yang ada.

The Trench Coat dirancang khusus untuk melawan senjata seperti RPG-30. Yang terdiri dari radar 360 derajat, yang mendeteksi semua ancaman yang masuk dan meluncurkan proyektil pencegat, yang harus mengalahkan rudal anti-tank dan roket yang masuk.

Facebook Comments