For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Balada Tank Leopard 2 Turki

Tank Leopard Turki bergerak masuk Suriah/Anadolu

Yang kerap menjadi masalah bagi pembeli adalah Berlin memberlakukan pembatasan yang lebih kuat tentang ke mana senjata harus dijual. Bahkan lebih kuat dibandingkan Perancis, Amerika Serikat atau Rusia.

Meski Leopard 2 beroperasi dengan 18 negara, termasuk banyak anggota NATO, sebuah tawaran Saudi yang sebenarnya menguntungkan untuk membeli lebih dari 400 Leopard 2 ditolak oleh Berlin karena catatan hak asasi manusia negara Timur Tengah, dan perang berdarah di Yaman khususnya. Orang-orang Saudi akhirnya memilih unutk membeli tambahan Abrams.

Masalah ini akhirnya merembet ke Turki yang juga negara NATO di mana Berlin memiliki hubungan historis dan ekonomi yang penting, namun juga selalu mengkritik pemerintah militer Ankara dan kampanye  kontroversial terhadap separatis Kurdi selama beberapa dekade.

Pada awal tahun 2000an, di bawah iklim politik yang lebih menguntungkan, Berlin menjual 354 tank tempur Leopard 2A4 ke Ankara. Ini merupakan peningkatan besar atas M60 Patton yang membentuk sebagian besar pasukan lapis baja Turki.

Namun, rumor telah lama beredar bahwa Berlin menyetujui penjualan tersebut dengan syarat bahwa tank-tank Jerman tidak digunakan dalam operasi kontra-pemberontakan Turki melawan orang Kurdi. Tidak ada konfirmasi tentang rumor tersebut tetapi selama ini Turki memang memilih menjauhkan Leopard 2 dari konflik Kurdi dengan menempatkan di Turki utara yang berbatasan dengan Rusia Rusia.

Namun, pada musim gugur 2016, Leopard 2 Turki dari Brigade Lapis Baja Kedua akhirnya dikirim ke perbatasan Suriah untuk mendukung Operasi Euphrates Shield, intervensi Turki terhadap ISIS. Sebelum kedatangan Leopard, sekitar selusin tank Patton Turki dihancurkan oleh rudal ISIS dan Kurdi. Komentator pertahanan Turki mengungkapkan harapan bahwa Leopard akan membantu operasi tersebut.

2A4 adalah model terakhir dari Leopard 2, yang dirancang di era Perang Dingin. Tank ini awalnya dirancang untuk bertarung dalam unit yang relatif terkonsentrasi dalam perang defensif yang cepat melawan kolom tank Soviet, bukan untuk bertahan dari IED dan rudal yang dipecat oleh pemberontak dari jarak jauh.

Leopard 2A4 mempertahankan konfigurasi turret boxy yang lebih tua yang memberi perlindungan lebih sedikit dari rudal antitank modern, terutama pada armor belakang dan samping yang umumnya lebih rentan. Ini menjadi masalah  besar di lingkungan kontra pemberontakan, di mana serangan bisa datang dari segala arah.

NEXT: REPUTASI BURUK LEOPARD TURKI

Facebook Comments