For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Turki ke Amerika: Hentikan Dukungan ke Kurdi Suriah, Atau Kita Bentrok

Tank Leopard Turki di Suriah/Sputnik

Turki mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan dukungannya terhadap pejuang Kurdi YPG atau menghadapi pasukan Turki di lapangan di Suriah. Ini menjadi komentar terkuat di Ankara mengenai potensi bentrok dengan Amerika.

Jika pasukan Turki menyerang Manbij, bagian dari wilayah yang dikuasai Kurdi sekitar 100 km  timur Afrin, dapat mengancam rencana Amerika untuk menstabilkan Suriah timur laut dan membawa mereka ke dalam konfrontasi langsung dengan pasukan Amerika yang ditempatkan di sana.

“Amerika Serikat perlu meninjau kembali bantuan dan dukungan kepada teroris di lapangan sedemikian rupa untuk menghindari konfrontasi dengan Turki,” kata Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag Kamis 25 Januari 2018.

“Mereka yang mendukung organisasi teroris akan menjadi sasaran dalam pertempuran ini,” kata Bozdag, yang juga bertindak sebagai juru bicara pemerintah mengatakan kepada penyiar A Haber.

Amerika Serikat memiliki sekitar 2.000 tentara di Suriah, yang secara resmi merupakan bagian dari sebuah koalisi pimpinan internasional yang mereka pimpin untuk melawan ISIS. Washington telah membuat Ankara marah karena memberikan dukungan senjata, pelatihan dan dukungan udara kepada pasukan Kurdi Suriah yang dilihat Turki sebagai teroris. Seorang juru bicara koalisi menolak untuk menanggapi komentar Bozdag.

Pasukan Amerika dikerahkan di dan sekitar Manbij Maret lalu untuk mencegah pemberontak yang didukung Turki dan Amerika saling menyerang dan juga telah melaksanakan misi pelatihan di wilayah tersebut.

Presiden Amerika Donald Trump pada hari Rabu melalui saluran telepon mendesak Erdogan untuk mengurangi operasi militer di Suriah. Namun Turki telah membantah ada percakapan masalah tersebut.

“Presiden Trump tidak berbagi ‘kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan’ sehubungan dengan operasi militer yang sedang berlangsung di Afrin,” kata seorang pejabat Turki.

“Pembicaraan kedua pemimpin terkait Operasi Olive Branch terbatas pada pertukaran pandangan,” kata pejabat tersebut.

Sampai hari keenam kampanye militer, tentara Turki dan pasukan pembebasan Suriah harus berjuang untuk mendapatkan pijakan di sisi barat, utara dan timur Afrin.

Mereka tampaknya hanya mendapatkan kemajuan terbatas karena terhambat oleh hujan dan awan, yang membatasi dukungan udara.

Militer Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah membunuh 303 gerilyawan di Suriah utara sejak operasi tersebut dimulai.

Pasukan Demokrat Suriah (SDF), sebuah kelompok payung yang didominasi YPG yang didukung oleh Amerika Serikat mengatakan bahwa Turki membesar-besarkan jumlah korban tewas.

Facebook Comments