For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Apakah Javelin Ukraina Benar-Benar akan Menjadi Masalah Bagi Tank Rusia?

Seperti dilaporkan sebelumnya Pentagon akhirnya menyetujui proposal untuk mengirimkan senjata defensif mematikan ke Ukraina yang diharapkan akan bisa membantu militer negara tersebut untuk melawan pemberontak dukungan Rusia.

Salah satu senjata yang disebut-sebut adalah rudal anti-tank Javelin yang disebut-sebut sebagai rudal anti-tank paling canggih saat in.

Dikembangkan oleh Raytheon pada tahun 1989, Javelin FGM-148 adalah sistem peluru kendali panggul yang dipandu inframerah. Senjata mampu menembus lapis baja setebal 600 mm sampai 800mm.

Javelin adalah sistem rudal jarak menengah yang mampu mencapai target pada jarak  hingga 1,5 mil, memiliki berat sekitar 50 kilogram, dan harganya sekitar US$ 126.000 ditambah US$ 78.000 untuk setiap rudal.

Begitu tentara tersebut mengunci sasaran menggunakan  sistem pemandu inframerah, dia menarik pemicu dan kemudian bisa berlindung karena  sistem ini memiliki teknologi fire and forget. Ini berarti operator tidak perlu melakukan penyesuaian penerbangan rudal setelah menembak  seperti yang terjadi pada sebagian besar sistem jarak jauh.

Jika Ukraina mendapatkan Javelin maka akan menjadi masalah besar bagi para pemberontak di Donbas yang memiliki tank T-34, T-64, T-72B,  bahkan T-90.

Javelin bisa mengatasi tank-tank tersebut, kecuali mungkin T-72B3M dan T-90 karena dua tank ini dilengkapi dengan armor Relikt  yang terdiri dari lapisan peledak armor di atas lapisan lain. Mereka juga memiliki granat dan  umpan  yang dapat mengalihkan rudal.

Javelin sejauh ini belum pernah pernah diuji menghadapi armor Relikt, hingga tidak diketahui apakah rudal tersebut bisa melawan T-90 dan T-72B3M.

Tetapi pengiriman senjata ini dipastikan akan mengobarkan konflik yang ada. Saat Prancis dan Jerman khawatir  pertempuran akan meningkat, beberapa pejabat Amerika, seperti Kurt Volker, perwakilan khusus Amerika di Ukraina, berpendapat pengiriman senjata semacam ini justru akan mengurangi pertempuran.

Rusia – yang telah menguji sejumlah senjata mereka di medan perang Suriah bisa jadi juga diuntungkan dengan pengiriman senjata ini ke Ukraina. Setidaknya mereka bisa menguji tank buatannya untuk menghadapi senjata tersebut.

Baca juga:

Mampukah Rudal TOW Amerika Melawan Tank T-14 Armata Rusia?

Facebook Comments