Perang Semenanjung Korea sepertinya masih akan menjadi ancaman tertinggi pada 2018 ini. Amerika dan sekutunya terus bersiap bukan saja untuk menangkal serangan rudal Pyongyang, tetapi juga terus membangun taktik dan strategi jika harus menggempur negara tertutup tersebut.
Amerika, harus diakui lebih memiliki banyak pilihan senjata untuk melakukan misinya. Meski tentu saja, keunggulan senjata tidak menjamin perang akan bisa diselesaikan dengan cepat. Apa yang terjadi di Perang Korea, Perang Vietnam, Afghanistan hingga Perang ISIS menunjukkan Amerika justru kerap terjebak dalam perang panjang dan melelahkan meski memiliki keunggulan senjata jauh di atas lawannya.
Jika mengacu pada Global Firepower Index, peringkat militer kedua negara ini juga terpaut jauh. Menurut militer Amerika berada di peringkat nomor satu di dunia dalam hal kemampuan militer secara keseluruhan, sementara militer Korea Utara berada di urutan ke-23.
Banyak sekali rudal dan bom yang ada di gudang senjata Amerika. Tetapi tidak semuanya akan tepat digunakan untuk menyerang Korea Utara. Dari banyak senjata itu kita akan melihat lima yang bisa digunakan dengan skenario, perang telah berubah menjadi perang nuklir.

Bom Nuklir B83
B83 adalah senjata nuklir terbesar di persediaan militer Amerika dari sekitar 6.800 senjata jenis ini yang mereka miliki. Menurut Popular Mechanics senjata ini memiliki hasil maksimum 1,2 megaton, setara dengan 1.200.000 ton TNT, membuatnya kira-kira 80 kali lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima selama Perang Dunia II.

Bom Nuklir B61-12
B61-12 memiliki hasil maksimal hanya 50 kiloton, setara dengan 50.000 ton TNT. Ini bukan bom nuklir paling kuat di gudang persenjataan Amerika namun memiliki akurasi yang luar biasa dan bisa dibilang menjadikannya yang paling berbahaya.
The U.S. is building a nuclear bomb that's more accurate than ever https://t.co/Zfn0ZnhZER pic.twitter.com/RG5geOVHmi
— Newsweek (@Newsweek) April 20, 2017
Bom tersebut dilengkapi dengan panduan GPS dan laser di hidungnya, yang membantu membimbingnya dalam jarak 100 kaki dari sasarannya.

