Mampukah Korea Utara Menyerang Amerika dengan Rudal Nuklir dari Kapal Selam?
KCNA

Mampukah Korea Utara Menyerang Amerika dengan Rudal Nuklir dari Kapal Selam?

Jika sudah operasional, kapal selam rudal balistik yang dibangun Korea Utara tentu akan menambah tantangan bagi Amerika Serikat untuk mempertahankan diri dari serangan nuklir Pyongyang.  Dengan karakternya yang sulit dideteksi, kapal selam ini bisa merayap diam-diam ke wilayah dekat Amerika untuk kemudian memuntahkan senjata pembunuh massalnya, rudal berujung hulu ledak nuklir.

Seiring perang di Semenanjung Korea yang semakin mungkin terjadi, Amerika dan sekutunya terus bersiap untuk menghadapi serangan rudal balistik yang diluncurkan Korea Utara.  Itu berarti Amerika dan sekutunya harus terus memantau langit tanpa berkedip, karena rudal ini diluncurkan melesat ke luar angkasa sebelum kemudian meluncur masuk lagi melintasi atmosfir dan menuju target.  Dengan sistem serangan seperti ini, Amerika masih memiliki waktu untuk mencegat rudal tersebut.

Sepanjang tahun 2017, Korea Utara terus menguji rudal yang diyakini para pakar mampu mencapai kota besar Amerika seperti New York dan Washington, D.C.

Sekarang, beberapa analis Korea Utara mengatakan ancaman berikutnya bisa datang dari bawah air. Foto-foto satelit baru-baru ini menunjukkan bahwa Korea Utara segera menyelesaikan apa yang dianggap sebagai kapal selam rudal balistik operasional pertama di negara itu. Korea Utara sudah memiliki satu kapal selam eksperimental yang berpotensi meluncurkan rudal balistik, namun hanya ada sedikit informasi yang tersedia mengenai kapal tersebut.

Jika Korea Utara mendapatkan kapal selam yang mampu meluncurkan rudal balistik, itu akan membuat pertahanan rudal menjadi lebih menantang bagi Amerika. Hal ini karena karena akan memberi sedikit waktu bagi sistem deteksi rudal untul melacak dan menjatuhkan serangan. Pengujian telah menunjukkan bahwa sistem pertahanan rudal Amerika yang telah disamakan dengan memukul peluru dengan peluru, tidak mampu menghalangi setiap rudal tunggal.

Peluncuran rudal kapal selam dianggap paling mematikan dan sulit ditangkal dari semua senjata. Menurut intelijen Amerika dan Korea Selatan Rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam Pyongyang telah berkembang sepanjang tahun lalu diduga lebih jauh dan lebih kuat daripada rudal sebelumnya.

Ukuran rudal yang lebih panjang berarti bisa membawa lebih banyak bahan bakar, sehingga lebih sulit dideteksi karena akan membutuhkan lebih sedikit kendaraan pendukung untuk pengisian bahan bakar.

Beberapa hari setelah gambar diterbitkan oleh 38 Utara, sebuah situs yang dijalankan oleh Institut AS-Korea di Sekolah Tinggi Advanced Studies, Johns Hopkins, AS, Jepang dan Korea Selatan meluncurkan latihan untuk melatih cara melacak rudal yang sulit dideteksi ini.

Destroyer dari ketiga negara melakukan simulasi simulasi komputer tentang bagaimana melacak peluncuran rudal kapal selam.

Citra satelit DigitalGlobe menunjukkan konstruksi lanjutan dari apa yang tampaknya merupakan kapal selam baru Korea Utara/ GETTY IMAGET/NEWSWEEK

Tetapi beberapa analis berpendapat bahwa kapal selam Korea Utara masih akan terlalu berisik untuk meninggalkan Korea Utara tanpa terdeteksi. Sebuah fakta yang akan memberi Amerika dan sekutu-sekutunya dengan kesempatan untuk mencegah serangan. Tapi kapal selam juga mungkin memiliki fleksibilitas untuk mengancam sistem anti-rudal yang digunakan oleh negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang.

Jepang baru-baru ini mengumumkan akan membeli dua sistem pertahanan rudal tambahan dari Amerika Serikat, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk melindungi negara dari agresi Korea Utara.

Korea Utara kemungkinan akan terus mengembangkan program rudal balistik yang diluncurkan kapal selam ke tahun 2018. Jika kapal selam dipersenjatai, kemungkinan mereka tidak akan bergerak terlalu jauh dari pantai Korea, namun secara substansial mereka masih akan mempersulit perang regional.