For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Amerika Perlu Membangun Kapal Selam Konvensional

Kapal Selam Diesel Listrik Jepang
Kapal Selam Diesel Listrik Jepang

Amerika sejauh ini belum memikirkan untuk membangun kembali kapal selam konvensional. Meski hal itu tidak menutup kemungkinan bisa terjadi. Bagaimanapun anggaran akan memegang peranan penting dalam upaya membangun kekuatan militer saat ini.

Presiden George W. Bush pada tahun 2001 berjanji kepada Taiwan untuk memberikan delapan kapal selam konvensional. Tetapi janji itu tidak pernah ditepati karena Amerika tidak lagi memproduksi kapal selam konvensional. Jika Amerika Serikat memutuskan untuk memulai membangun kapal selam konvensional maka janji ke Taiwan akhirnya bisa terpenuhi.

Selain itu, pasar untuk kapal selam konvensional sangat besar. Kebanyakan negara-negara Asia mencari untuk membangun, meningkatkan, atau memodernisasi armada kapal selam mereka.

Jerman dan Prancis keduanya menikmati kesuksesan dalam pemasaran kapal selam ini dengan menjual kapal selam ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Indonesia, India, dan Malaysia. Sementara Amerika tidak pernah bisa mencicipi bisnis besar ini karena hanya membangun kapal selam nuklir yang sangat sedikit negara membutuhkannya.

Kapal selam konvensional dengan AIP tidak akan hanya meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Amerika tetapi juga memungkinkan AS untuk memasuki pasar senjata yang cukup besar sementara memberikan kekuatan untuk memasok sekutu dengan alat yang mereka butuhkan untuk pencegahan.

Jika Amerika telah kehilangan kemampuan membangun kapal selam model ini karena telah lama meninggalkannya, maka transfer teknologi dari Jerman bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Jadi kenapa Amerika tidak membangun kapal selam konvensional saja?

Facebook Comments