Norwegia telah menghabiskan miliaran dolar untuk membeli jet tempur F-35 yang dibangun Lockheed Martin. Namun pesawat yang menyedot pengeluaran pertahanan terbesar Oslo tersebut harus disimpan di bawah tenda karena tidak ada hangar yang cukup.
Batch pertama yang terdiri dari tiga F-35 baru telah mendarat di pangkalan udara Ørland Norwegia. Untuk beberapa tahun ke depan para siluman canggih tersebut harus rela ditempatkan di bawah tenda karena tidak hangar beton di tempat ini. Norwegia akan menghabiskan lebih US$ 250 juta atau sekitar Rp3,4 triliun untuk membangun hangar baru.
“Ini adalah kesalahan perencanaan. Ada sesuatu yang secara fundamental salah dengan perencanaan kebijakan pertahanan jangka panjang di Norwegia,” kata Ulten Ulriksen dari Akademi Angkatan Laut Norwegia kepada harian Adresseavisen.
Ulriksen secara terbuka menunjukkan kekecewaannya karena tidak adanya hanggar yang diperkuat di Ørland.
Brigadir Aage Lyder Longva, Komando Angkatan Udara Kedua, memastikan bahwa tenda akan digunakan sebagai solusi sementara. Hangar baru akan ada pada tahun 2020 ketika setidaknya 22 F-35 akan dikirimkan.
“Untuk mengantisipasi solusi penyimpanan yang kuat, kami akan menggunakan hanggar perawatan baru sebagai ruang garasi. Kami juga akan memanfaatkan hangar persiapan yang disesuaikan dalam plastik bertulang,” kata Longva.
Situasi yang menyakitkan muncul karena pangkalan Ørland pada awalnya dimaksudkan sebagai lapangan terbang sipil tanpa hanggar beton yang dilengkapi untuk melindungi pesawat tempur. Pada bulan Juni tahun ini, parlemen Norwegia memutuskan untuk mengalokasikan dana untuk membangun hanggar di beton bertulang untuk melindungi investasi raksasa tersebut.
Norwegia sebelumnya memutuskan untuk mengakuisisi 52 jet tempur F-35 baru dengan nilai mencapai nilai hampir US$ 10 miliar atau sekitar Rp135 triloun . Biaya seumur hidup terkait dengan proyek ini diperkirakan mencapai US$ 33 miliar (sekitar Rp4.500 triliun.
Baca juga:

