Arab Beli S-400, Kremlin Tidak Khawatirkan THAAD, Tidak Cemaskan Iran
S-400

Arab Beli S-400, Kremlin Tidak Khawatirkan THAAD, Tidak Cemaskan Iran

Kremlin mengatakan pembicaraan dengan Arab Saudi mengenai pembelian sistem rudal pertahanan S-400   berjalan dengan baik sejauh ini meski ada pembicaraan mengenai kemungkinan kesepakatan senjata Amerika-Arab.

Seperti diketahui ketika Raja Salman dari Arab Saudi berkunjung ke Rusia untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin salah satu hal yang disepakati adalah rencana pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Sehari kemudian, Pentagon mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri Amerika telah menyetujui kemungkinan penjualan sistem pertahanan rudal THAAD ke Arab Saudi dengan perkiraan biaya sebesar US$ 15 miliar.

Ketika ditanya apakah kemungkinan kesepakatan Amerika  dengan Riyadh dapat mempengaruhi rencana Rusia, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov bahwa perundingan telah berjalan dengan baik.

“Kita bisa berbicara hanya untuk diri kita sendiri,” kata Peskov Senin 9 Oktober 2017. “[Tetapi] kontak untuk menerapkan kontrak ini sangat positif dan hasilnya sangat baik.”

Maria Vorobyova, seorang pejabat di sebuah badan pemerintah Rusia yang menangani kerjasama militer dan teknis,  pada hari Senin yang mengatakan bahwa sebuah kesepakatan yang kuat telah dicapai dengan Arab Saudi terkait S-400.

“Kesepakatan telah dicapai dengan kerajaan Arab Saudi untuk memberikan sistem pertahanan udara S-400, sistem roket anti-tank Kornet-EM, sistem peluncur roket KL-1A, peluncur granat otomatis AGS-30, dan Kalashnikov Senapan serbu AK-103, ” katanya sebagaimana dikutip Kantor Berita RIA.

Rusia juga menandatangani kontrak pekan lalu dengan Saudi untuk membuat sendiri senapan AK-103 dan amunisi dengan lisensi.

Arab Saudi adalah sekutu lama Amerika di Timur Tengah dan kesepakatan senjata dengan Moskow telah menyebabkan kegelisahan di Washington.

Ketika ditanya tentang kekhawatiran bahwa Arab Saudi dapat menggunakan sistem S-400 melawan Iran, sekutu Rusia, Peskov mengatakan bahwa keputusan Moskow untuk menawarkan rudal ke Riyadh tidak ditujukan pada pihak ketiga manapun.

“Kerjasama teknik militer antara Moskow dan Riyadh benar-benar mandiri dan tidak menargetkan negara-negara ketiga di wilayah ini atau wilayah lain di dunia,” kata Peskov.

“Karena itu kami yakin kerja sama ini tidak perlu dikhawatirkan siapa pun.”