For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Amerika Membela Boeing, Penjualan Super Hornet ke Kanada di Ujung Tanduk

F/A-18 Super Hornet / USAF

Departemen Perdagangan Amerika Serikat menyatakan memihak Boeing yang sedang berkonflik melawan perusahaan kedirgantaraan Kanada Bombardier. Boeing memang akan menang dalam kasus ini, tetapi juga akan menjadi pesanan jet tempur F/A-18 Super Hornet senilai US$ 5 miliar di ujung tanduk.

Pada bulan April 2017, Boeing mengajukan keluhan kepada Departemen Perdagangan Amerika bahwa Bombardier telah menerima lebih dari US$ 3 miliar subsidi pemerintah pada jet  C-series yang memungkinkannya untuk melemahkan persaingan.

Boeing sebenarnya tidak memproduksi pesawat sekelas C-series, namun raksasa kedirgantaraan terbesar Amerika Serikat tersebut khawatir bahwa keunggulan Bombardier di pasar tersebut dapat memungkinkannya memberi keuntungan lebih besar untuk kemudian menciptakan pesawat yang lebih besar untuk menyaingi Boeing.

Pada Selasa 26 September 2017 malam, Departemen Keuangan mengumumkan bahwa pihaknya memihak Boeing dan merekomendasikan untuk mengenakan tarif 219 persen untuk impor Bombardier C-Series, sebuah kenaikan harga yang sangat besar untuk pesawat komersial tersebut.

Dan meskipun perselisihan tersebut berkisar pada bisnis komersial Bombardier dan Boeing, hal itu akan menyebabkan kekacauan dalam hubungan Amerika-Kanada yang juga menyentuh Boeing.
Tak lama setelah Boeing mengumumkan pengaduannya, menteri pertahanan dan menteri luar negeri Kanada mengancam untuk membatalkan rencana pembelian 18 jet F / A-18E / F Super Hornet, yang diproduksi oleh Boeing di St. Louis, Missouri.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau telah mengulangi klaim tersebut dengan mengatakan bahwa negara tersebut dapat berhenti melakukan bisnis dengan Boeing sama sekali kecuali perusahaan tersebut menarik pengaduannya.

Keputusan pada hari Selasa menyebabkan nasib kesepakatan Super Hornet akan semakin tidak jelas. “Ini membunuh, kecuali Boeing berpikir ulang. Mereka memukul kaki mereka sendiri, dan berhasil memukulnya tepat di atas jempol kaki, ” kata  Richard Aboulafia, seorang analis kedirgantaraan Teal Group sebagaimana dilaporkan Defense News Rabu 27 September 2017.

Selama kampanye Trudeau berjanji untuk membatalkan program jet tempur F-35 yang dinilai terlalu mahal. Setelah terpilih Trudeau mengumumkan rencana untuk membeli 18 jet tempur yang berfungsi untuk mengisi kekuatan sementara sampai jet tempur yang akan digunakan sebagai tulang punggung kekuatan udara mereka dipilih.

Pembelian Super Hornet ke Kanada akan sangat penting bagi Boeing untuk mendapatkan pijakan dalam kompetisi masa depan. Pemesanan ini akan memperpanjang garis produksi pesawat tempur tersebut.

Awal bulan ini, Departemen Luar Negeri Amerika juga telah menyetujui penjualan 18 Super Hornet ke Kanada  senilai US$ 5,23 miliar mencakup 10 pesawat F / A-18E dan 8 F / A-18F serta sejumlah teknologi lain dan senjata.

 

Facebook Comments