Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) telah menerbitkan rencananya untuk membangun pesawat tak berawak “Flying Missile Rail”.
Drone ini akan diproduksi dengan cepat yang dapat diluncurkan dari sayap jet taktis. Konsepnya terdengar aneh, namun keberadaannya dapat membantu menggarisbawahi fakta bahwa sistem tak berawak dapat mematahkan model pengadaan pesawat taktis yang membengkak dan lamban saat ini.
Konsep rendering Flying Missile Rail terlihat sangat mirip dengan model yang pernah dimunculkan Northrop Grumman baru-baru ini. Tidak jelas apakah ada beberapa hubungan atau hanya sebuah kebetulan.
Sedikitnya ada dua gagasan di balik konsep tersebut. Pertama, ini berkaitan dengan menciptakan sistem tak berawak “atraktif” yang memiliki satu misi- untuk meluncurkan rudal udara ke udara AIM-120 baik saat masih terhubung ke pesawat induk atau ketika sudah diluncurkan.
Yang kedua dan mungkin aspek yang paling penting dari program ini adalah kecepatan produksi. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa siklus desain, pengujian, dan produksi dari sistem tempur terbang modern bisa cepat. Ini akan dilakukan dengan memanfaatkan desain, prototyping, dan proses manufaktur yang cepat dengan tujuan menghasilkan 500 sistem ini dalam satu bulan.
Manajer Program Flying Missile Rail Letnan Kolonel Jones mengatakan, konsep tersebut untuk mengubah pertanyaan yang selama ini ada yakni “inilah yang saya inginkan, seberapa cepat saya bisa mendapatkannya?” menjadi “Seberapa cepat saya menginginkannya, apa yang bisa saya dapatkan?”
Baca juga:


