For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Mampukan NATO Mengadang Invansi Rusia?

Selama Perang Dingin, anggaran pertahanan Rusia mencapai hampir setengah dari keseluruhan pengeluaran negara. Sekarang, belanja militer negara-negara tersebut mengacu pada persentase yang lebih kecil dari pengeluaran nasionalnya.

Namun, terlepas dari perbedaan persentase yang besar ini dibandingkan tahun 1980an, anggaran pertahanan Rusia naik lagi. Menurut Business Insider dari tahun 2006 sampai 2009, anggaran pertahanan Rusia melonjak dari US$ 25 miliar sampai US$ 50 miliar  dan anggaran pertahanan 2013 tercatat sebesar US$ 90 miliar.

Secara keseluruhan, militer konvensional Soviet adalah lima kali dari kekuatan Rusia sekarang ini. Menurut Global Fire Power militer Rusia memiliki sekitar 766.000 personel garis depan aktif pada tahun 2013 dan sebanyak 2,4 juta pasukan cadangan. Sementara selama Perang Dingin, Angkatan Darat Soviet memiliki 3-4 juta personel.

Sementara pada 2013  militer Rusia tercatat memiliki lebih dari 3.000 pesawat terbang dan 973 helikopter. Global Fire Power menyebut Rusia memiliki 15.000 tank, 27.000 kendaraan tempur lapis baja dan hampir 6.000 senjata artileri self-propelled.

Meski militer Rusia mungkin tidak memiliki kekuatan konvensional setara kekuatan Perang Dingin, mereka telah melakukan upaya untuk memodernisasi dan mempertahankan sebagian dari senjata dan platform mekanis mereka. Tank T-72 Rusia, misalnya, telah diupgrade beberapa kali sejak dibangun tahun 1970an.

Di kekuatan laut, Global Fire Power menilai Angkatan Laut Rusia memiliki 352 kapal, termasuk satu kapal induk, 13 kapal perusak dan 63 kapal selam. Laut Hitam adalah wilayah  penting bagi Rusia dalam hal pertimbangan ekonomi dan geopolitik karena membantu memastikan akses ke Laut Tengah.

Analis juga mengatakan bahwa militer Rusia membuat sejumlah besar senjata konvensional dan nuklir di tahun 80an, mulai dari roket dan rudal jelajah hingga pertahanan udara yang sangat efektif.

Sebenarnya, pertahanan udara anti-pesawat udara S-300 dan S-400 Rusia yang dibangun, jika dipelihara dan dimodernisasi, akan sangat efektif.

Mengutip laporan berita Rusia, National Interest melaporkan bahwa Rusia kini menguji sistem pertahanan udara S-500 yang baru yang kabarnya bisa mencapai target hingga 125 mil.

Di udara, orang Rusia telah mempertahankan pesawat jet tempur Su-27 tahun 1980an, yang telah diposisikan di seluruh wilayah strategis oleh militer Rusia.

Seringkali dibandingkan dengan pesawat tempur F-15 Eagle Amerika, Su-27 adalah pesawat tempur mesin kembar bermanuver tinggi yang dibangun pada tahun 1980an dan terutama dikonfigurasi untuk misi superioritas udara.

NEXT: NATO HARUS KHAWATIR

Facebook Comments