Trump Pertimbangkan Tanggapan Sangat Kejam untuk Korea Utara

Trump Pertimbangkan Tanggapan Sangat Kejam untuk Korea Utara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia mempertimbangkan beberapa “hal yang sangat kejam ” sebagai tanggapan atas uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) Korea Utara Selasa lalu. Dia juga  meminta negara-negara lain untuk memberikan tekanan pada Pyongyang karena dinilainya bererilaku buruk.

Komentar presiden tersebut dikeluarkan Trump saat  di Polandia  setelah duta besar Amerika untuk PBB, Nikki Haley, membuat sebuah keputusan untuk memberikan sanksi baru pada sebuah pertemuan Dewan Keamanan  dan mengatakan bahwa “kekuatan militer besar Amerika” dapat digunakan untuk melawan Korea Utara.

Nikki Haley mengatakan pada pertemuan tersebut bahwa AS akan menyerahkan sebuah rancangan resolusi dalam beberapa hari “yang menimbulkan respons internasional dengan cara yang sebanding dengan eskalasi Korut”.

Trump mengatakan Amerika akan menghadapi ancaman Korea Utara, namun mencatat bahwa ia tidak akan menarik garis merah. “Saya tidak suka membicarakan apa yang telah saya rencanakan, tapi saya memiliki beberapa hal yang sangat berat yang kita pikirkan,” katanya sebagaimana dilaporkan The Guardian Kamis 6 Juli 2017. “Itu tidak berarti kita akan melakukannya.”

Trump dijadwalkan bertemu dengan presiden China, Xi Jinping, di sela-sela KTT G20 di Hamburg, setelah dia berkunjung ke Polandia.

Trump dan Vladimir Putin juga diharapkan dapat mengatasi aktivitas militer Korea Utara yang terus meningkat pada pertemuan mereka pada hari Jumat.

Haley tidak membahas secara rinci tentang resolusi yang diajukan namun mengatakan bahwa jika dewan tersebut bersatu, masyarakat internasional dapat memotong sumber utama mata uang  ke Korea Utara, membatasi minyak untuk program militer dan senjata, meningkatkan pembatasan udara dan maritim.

China dan Rusia telah sepakat untuk meminta agar Korea Utara menunda program rudalnya dengan imbalan moratorium terhadap latihan militer skala besar Amerika dan Korea Selatan.

China mendorong perundingan antara kekuatan dunia dan Korea Utara untuk membongkar program nuklirnya, namun Amerika menegaskan  Pyongyang terlebih dahulu menghentikan uji coba rudal dan nuklirnya sebelum perundingan dilakukan.

Pentagon mengatakan pada hari Rabu bahwa uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara belum pernah terjadi sebelumnya dan  ditembakkan dari titik peluncuran baru.

Jeff Davis, juru bicara Pentagon, mengatakan kepada wartawan bahwa karena tidak ada wilayah udara yang dibuka untuk pengujian tersebut, pesawat komersial dan kapal di daerah sekitarnya terkena risiko.

“Tindakan ini menunjukkan bahwa Korea Utara merupakan ancaman bagi Amerika Serikat dan sekutu kami dan kami tetap siap untuk membela diri dan sekutu kami dan menggunakan berbagai kemampuan yang kami miliki.”

Kim dalam pernyataanya  Rabu yang dilaporkan kantor berita Korea Central News Agency (KCNA)  mengatakan: “Baj***** Amerika tidak akan senang dengan hadiah yang dikirim pada peringatan 4 Juli ini.”

Kantor berita tersebut mengklaim rudal Korea Utara mampu membawa “hulu ledak nuklir besar dan berat” yang bisa bertahan masuk kembali ke atmosfer bumi.

Baca juga:

Ternyata, Trump Pernah Naksir Berat Putri Diana dan Ditolak Mentah-Mentah