Amerika Serikat kembali menegaskan kemungkinan penggunaan opsi militer ke Korea Utara setelah negara tersebut melakukan uji rudal antarbenua pada 4 Juli 2017 lalu.
Presiden Amerika Donald Trump mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan mengeluarkan respons yang sangat buruk untuk Pyongyang.
Memilih tindakan militer untuk menghentikan upaya Korea Utara mengembangkan senjata nuklir jelas bukan pilihan mudah. Amerika Serikat, yang dipastikan akan bergabung dengan Korea Selatan dan mungkin juga Jepang, memang jauh di atas kekuatan militer Korea Utara.
Tetapi hal itu tidak menjamin operasi akan berjalan mulus. Bahkan bisa berakhir dengan bencana yang mengerika.
Lantas apa pilihan yang ada ketika Pentagon akhirnya memutuskan menggunakan militer untuk menyerang Korea Utara? Ada beberapa pilihan terbatas yang semuanya akan mengandung risiko besar.
Serangan Pre-Emptive
Tujuan Korea Utara adalah mengembangkan ICBM yang mampu mengantarkan hulu ledak nuklir ke Amerika Serikat. Peluncuran ICBM Korea Utara pada 4 Juli 2017 menunjukkan bahwa mereka membuat kemajuan menuju tujuan itu karena mereka sekarang dapat mencapai Alaska.
Tetapi belum dipastikan apakah Korea Utara memiliki hulu ledak nuklir miniatur yang bisa ditempatkan di atas ICBM. Tetapi bagaimanapun Korea Utara cepat atau lambat akan memiliki kemampuan membangun hulu ledak nuklir kecil tersebut.
Opsi yang paling mungkin pada saat itu adalah serangan pre-emptive yang menargetkan rudal dan fasilitas nuklir Korea Utara.
Tetapi serangan pre-emptive dapat segera memicu respons militer Korea Utara terhadap Korea Selatan dan mungkin mengakibatkan ratusan ribu korban sipil. Korea Utara juga bisa menargetkan pangkalan militer Amerika di Korea Selatan dan Jepang dengan sistem misilnya.
Sebagian besar tentara Korea Utara ditempatkan di utara zona demiliterisasi yang memisahkannya dari Korea Selatan. Artileri Korea Utara juga mampu mencapai Seoul 30 mil selatan DMZ, yang berarti warga sipil bisa menjadi korban tembakan artileri.
Untuk mencegah respons militer Korea Utara, tindakan preemptif awal kemungkinan besar harus dilakukan secara besar-besaran.

